Pererat Silaturahmi, Pemkot Denpasar Gelar Safari Ramadan di Masjid Al Mu’awwanatul Khairiyah
DENPASAR Pemerintah Kota Denpasar menggelar Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan agenda buka puasa bersama masyarakat Muslim di Masjid Al
PEMERINTAHAN
SUMUT -Debat kedua calon gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) yang berlangsung di Santika Dyandra Hotel, Medan, Rabu malam (6/11), berjalan dengan panas. Salah satu topik yang memicu pertentangan antara calon gubernur (cagub) adalah soal program bus listrik di Kota Medan. Cagub nomor urut 01, Bobby Nasution, menyampaikan klaim mengenai keberhasilan peluncuran program bus listrik di Medan, namun mendapat tanggapan keras dari petahana, Edy Rahmayadi.
Bobby: “Bus Listrik Medan Akan Diganti Semua”
Bobby Nasution, dalam kesempatan tersebut, memamerkan keberhasilan Pemko Medan dalam meluncurkan bus listrik sebagai bagian dari upaya mendukung transportasi ramah lingkungan. Ia mengungkapkan bahwa mulai November 2024, seluruh bus yang beroperasi di Medan akan diganti dengan bus listrik.
“Kita tahu bahwa program bus listrik sudah dimulai di Medan. Saya bangga bisa meluncurkan bus listrik ini. Rumah Bapak (Edy) di Medan Johor bisa naik mobil listrik dari Pemko, dan ini nanti kita akan tambah,” ujar Bobby, yang juga merupakan suami dari Wali Kota Medan, Bobby Nasution.
Bobby menambahkan, rencana tersebut akan segera terealisasi pada tanggal 24 November mendatang. “Seluruh bus di Medan akan diganti semua. Jadi, enggak perlu lima tahun seperti yang Bapak (Edy) katakan,” tambah Bobby, dengan sindiran halus kepada Edy Rahmayadi, calon petahana yang juga turut hadir dalam debat.
Edy: “Program Harus Tepat Sasaran”
Menanggapi pernyataan Bobby, Edy Rahmayadi mengingatkan agar setiap program yang dijalankan harus sesuai dengan sasaran dan kebutuhan masyarakat. Menurut Edy, meskipun bus listrik memang telah hadir di Medan, jumlahnya masih terbatas dan belum optimal penggunaannya.
“Saya tahu ada 9 bus listrik di Medan, harusnya penyerahan dari Jakarta itu gubernur yang diajak di situ, baru gubernur ke wali kota, dan ada kerja sama yang harus diselesaikan,” jelas Edy.
Edy juga mengkritik implementasi bus listrik yang menurutnya belum maksimal. “Kedua, kendaraan listrik yang disebutkan tadi dari Johor hanya 20 persen yang digunakan, karena lebih cepat kendaraan lain daripada bus listrik,” tambah Edy, yang berusaha memberikan penjelasan mengenai program tersebut yang dinilai belum berjalan sesuai harapan.
Bobby Balas Sindiran Edy: “Kami Kerja Sama dengan Swasta”
Bobby Nasution, tidak tinggal diam menanggapi sindiran Edy tersebut. Ia menegaskan bahwa program bus listrik yang berjalan di Medan bukanlah hasil dari kebijakan provinsi, melainkan hasil kerja sama antara Pemko Medan dengan pihak swasta.
“Bus listrik di Medan itu bukan dari pusat, kami kerja sama dengan swasta, bukan dari provinsi lain lalu ke Medan. Kami cari investor sendiri. Kalau provinsi ya, ngomong baik-baiklah, Pak,” tegas Bobby, dengan nada yang sedikit menyindir Edy.
Bobby menambahkan bahwa Pemko Medan berinisiatif untuk mencari investor swasta guna mendukung program transportasi ramah lingkungan, tanpa bergantung pada bantuan provinsi atau pusat. “Kita berusaha untuk melakukan terobosan baru, bukan menunggu dari pusat,” ujarnya.
Debat Panas Tentang Transportasi dan Lingkungan
Perdebatan mengenai bus listrik ini menjadi sorotan dalam debat kedua Pilgub Sumut 2024. Program bus listrik, yang seharusnya menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengurangi emisi dan menciptakan transportasi ramah lingkungan, justru menimbulkan ketegangan antara kedua calon gubernur tersebut.
Bobby Nasution bertekad untuk melanjutkan program ini sebagai bagian dari visi pemerintahannya, sementara Edy Rahmayadi menyarankan agar setiap langkah yang diambil lebih berhati-hati dan mempertimbangkan aspek kepraktisan serta efisiensi dalam implementasinya.
Persaingan Ketat dalam Pilgub Sumut 2024
Debat kedua ini memperlihatkan perbedaan visi antara kedua calon gubernur mengenai pengelolaan transportasi dan lingkungan di Sumut, yang menjadi salah satu isu penting dalam Pilgub Sumut 2024. Seiring berjalannya waktu, wacana tentang bagaimana menghadirkan solusi transportasi yang ramah lingkungan semakin mendapat perhatian masyarakat, yang berharap pemimpin Sumut ke depan mampu menghadirkan kebijakan yang tidak hanya berkelanjutan tetapi juga dapat diterapkan dengan efektif.
Debat ini menjadi salah satu momen penting bagi masyarakat Sumut untuk menilai visi dan misi masing-masing pasangan calon gubernur dalam menghadapi tantangan di masa depan. Seiring dengan semakin ketatnya persaingan, kedua pasangan calon, Bobby Nasution dan Edy Rahmayadi, terus menunjukkan kemampuan mereka dalam merespons berbagai isu yang ada di provinsi terbesar di Pulau Sumatera ini.
(N/014)
DENPASAR Pemerintah Kota Denpasar menggelar Safari Ramadan 1447 Hijriah dengan agenda buka puasa bersama masyarakat Muslim di Masjid Al
PEMERINTAHAN
BINJAI Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, menghadiri kegiatan buka puasa bersama yang digelar Polres Binjai di halaman Mapolres Binjai, Jala
NASIONAL
BINJAI Masyarakat Peduli Keagamaan (MPK) Kota Binjai meminta pencopotan dua Kepala Lingkungan di Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Bi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKSEL Sidang perdana praperadilan yang diajukan mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut, terkait status tersangkanya d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Viva Yoga Mauladi, menanggapi usulan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, terka
POLITIK
BINJAI SMK Negeri 2 Binjai menghadirkan nuansa baru dalam kegiatan Ramadhan 1447 H dengan mengintegrasikan program tadarusan AlQur&039
PENDIDIKAN
BATU BARA Guna mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadhan, Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., melakukan Safari
PEMERINTAHAN
JAKARTA dr Piprim Basarah, dokter konsultan jantung anak sekaligus Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), membantah tudingan mangkir
KESEHATAN
JAKARTA Realme Indonesia akan memperkenalkan Realme 16 Series 5G secara resmi pada 10 Maret 2026. Seri terbaru ini menghadirkan tiga mod
SAINS DAN TEKNOLOGI
MEDAN Ibadah puasa di bulan Ramadan bukanlah alasan untuk menurunkan semangat kerja, melainkan momentum untuk meningkatkan prestasi dan
NASIONAL