HUT ke-78 Sumut, Pemprov Angkat Tema “Satu Kolaborasi Sejuta Energi” untuk Percepatan Pembangunan
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai strategi utama dalam mempercepat pembang
PEMERINTAHAN
MALUT -Kejadian tragis meledaknya speedboat Bela 72 pada 12 Oktober 2024, yang menewaskan enam orang, termasuk calon gubernur Maluku Utara (Malut) Benny Laos, memicu langkah cepat dari partai politik pengusung untuk menentukan pengganti. Dalam pleno yang diadakan oleh partai koalisi, keputusan diambil untuk menggantikan Benny dengan istrinya, Sherly Tjoanda.
Ketua Tim Pemenangan, Janlis Gihanua Kitong, mengungkapkan, “Kami sudah selesai gelar pleno dan Sherly Tjoanda diputuskan untuk menggantikan Benny Laos, mendiang suaminya, sebagai calon Gubernur Maluku Utara.” Ia menambahkan bahwa Sherly sangat memahami perjuangan almarhum suaminya, yang telah menjabat sebagai Bupati Pulau Morotai sebelum meninggal dunia.
Dukungan Partai KoalisiPartai-partai yang tergabung dalam koalisi pendukung pasangan Benny-Sarmin Sehe—termasuk NasDem, Demokrat, PPP, PKB, PAN, PSI, Partai Gelora, dan Partai Buruh—sepakat bahwa Sherly adalah pilihan yang tepat. Janlis menegaskan, “Hanya satu nama yang diputuskan oleh koalisi partai di Kabupaten Halmahera Utara yaitu Ibu Sherly Tjoanda sebagai pengganti almarhum Benny Laos.”
Sherly, yang juga menjadi salah satu penumpang dalam speedboat yang meledak, mengalami luka dan harus dirawat di rumah sakit. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, ia terlihat terbaring di tempat tidur rumah sakit dengan infus di tangannya, menyampaikan bela sungkawa kepada para korban. “Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas musibah ini,” ucapnya dengan suara parau dan penuh kesedihan.
Respon KPU MalutKomisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara telah menerima dokumen pencalonan Sherly Tjoanda-Sarbin Sehe sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. “Delapan pengurus partai politik pengusung pasangan Sherly Tjoanda-Sarbin Sehe telah memasukkan dokumen,” ujar Ketua KPU Malut, Muchtar Alting.
Dengan keputusan ini, Sherly Tjoanda kini resmi menjadi calon gubernur Maluku Utara, melanjutkan perjuangan politik suaminya dalam mengabdi kepada masyarakat. Para pendukungnya berharap, dengan pengalaman dan dedikasinya, Sherly dapat meneruskan visi dan misi almarhum Benny dalam membangun daerah.
Tragedi yang menimpa keluarga ini menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Maluku Utara. Namun, keputusan untuk melanjutkan perjuangan Benny melalui Sherly juga menunjukkan ketahanan dan semangat masyarakat dalam menghadapi tantangan. Para pemilih kini menantikan langkah-langkah Sherly dalam menyongsong pemilihan mendatang, berharap agar perjalanan politiknya dapat membawa perubahan positif bagi Maluku Utara.
(N/014)
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai strategi utama dalam mempercepat pembang
PEMERINTAHAN
SIAK Kepolisian Resor Siak menetapkan seorang guru berinisial IP (35) sebagai tersangka dalam kasus ledakan saat kegiatan praktik sains
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Putusan pengadilan terhadap mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Utara, Topan Obaja Ginting, dala
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem menghadiri undangan Silaturahmi dan Dialog Bidang Politik dan Keamanan yang digelar Keme
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Aceh ditunjuk sebagai tuan rumah peringatan Hari Posyandu Nasional 2026 yang akan dihadiri Ketua Umum Posyandu Tri Tito Karna
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Kepolisian Daerah Aceh menggelar kegiatan gotong royong massal di kawasan Pasar AlMahirah, Lamdingin, Banda Aceh, Selasa, 14
NASIONAL
JAKARTA Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI memberikan apresiasi terhadap langkah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) y
NASIONAL
JAKARTA Polemik pengadaan sepeda motor listrik untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memunculkan perbedaan pern
NASIONAL
DEPOK Dunia akademik kembali diguncang oleh dugaan kasus pelecehan yang melibatkan sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indones
HUKUM DAN KRIMINAL
BATAM Seorang anggota Bintara Samapta Polda Kepulauan Riau (Kepri) berinisial Bripda NS meninggal dunia setelah diduga mengalami pengani
PERISTIWA