BREAKING NEWS
Selasa, 14 April 2026

HUT ke-78 Sumut, Pemprov Angkat Tema “Satu Kolaborasi Sejuta Energi” untuk Percepatan Pembangunan

Abyadi Siregar - Selasa, 14 April 2026 17:38 WIB
HUT ke-78 Sumut, Pemprov Angkat Tema “Satu Kolaborasi Sejuta Energi” untuk Percepatan Pembangunan
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Sumut Ardan Noor menjadi narasumber pada Dialog Interaktif yang diselenggarakan oleh RRI Medan di Studio RRI Medan, Selasa (14/4/2026). (Foto : Alexander AP Siahaan/Diskominfo Provsu)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai strategi utama dalam mempercepat pembangunan daerah.

Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, akademisi, dunia usaha, serta masyarakat dinilai menjadi kunci agar program prioritas dapat berjalan efektif dan dirasakan manfaatnya secara luas.

Hal tersebut disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sumut Ardan Noor dalam dialog interaktif RRI Medan, Selasa, 14 April 2026, dalam rangka Hari Jadi ke-78 Provinsi Sumatera Utara.

Baca Juga:

Ardan mengulas tema peringatan HUT ke-78 Sumut, "Satu Kolaborasi Sejuta Energi", yang menurutnya mencerminkan semangat kebersamaan dalam mendorong pembangunan daerah.

"Satu kolaborasi mencerminkan sinergi yang solid antara pemerintah, dunia usaha, stakeholder, akademisi, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan di Provinsi Sumut," kata Ardan.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi fokus utama karena dapat menjadi energi besar yang mempercepat pencapaian target pembangunan.

Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan melalui komunikasi dan sosialisasi yang efektif agar seluruh kepentingan dapat terakomodasi.

Selain itu, kolaborasi juga dinilai penting untuk mengurangi potensi konflik kebijakan, mencegah tumpang tindih program, serta memastikan pembangunan berjalan inklusif dan merata.

Dari kalangan akademisi, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara (USU) Hatta Ridho menilai konsep kolaborasi sejalan dengan nilai gotong royong yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia.

Ia menyebut, dalam pendekatan pembangunan modern, masyarakat tidak lagi diposisikan sebagai objek, melainkan sebagai subjek yang berperan aktif.

"Kalau masyarakat dulu sebagai objek, sekarang sebagai subjek. Artinya masyarakat harus berperan aktif, bukan hanya pasif," ujarnya.

Hatta menambahkan, pembangunan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat melalui konsep collaborative governance.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gubernur Aceh Hadiri Dialog Politik dan Keamanan di Kemenko Polkam, Dorong Penguatan Sinergi Pusat-Daerah
Dukung Program ASRI Presiden Prabowo, Polda Aceh Gelar Gotong Royong di Pasar Al-Mahirah
Bupati Labuhanbatu Selatan Tinjau SDN 26 Nagodang, Janjikan Rehabilitasi dan Pembangunan Fasilitas Sekolah
Pemkab Asahan Perkuat SP4N-LAPOR dan Luncurkan Layanan Pengaduan WhatsApp, Bupati Taufik: Semua Aduan Harus Ditindak Cepat!
Bobby Nasution Murka ke Camat Tukka soal Lambatnya Pembebasan Lahan Proyek Tanggul: Daerah Kau Paling Lambat!
Akui Kinerja Pemkab Tapteng Belum Optimal dalam Penanganan Pascabencana, Bupati Masinton: Ini Kesalahan Saya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru