Gempa M6,7 Guncang Sulteng, BNPB Catat 1 Warga Tewas dan Ratusan Terdampak
PALU Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya di Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) dan menimbu
PERISTIWA
JAKARTA — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia mengumumkan bahwa sistem Sirekap akan digunakan kembali dalam pelaksanaan Pilkada 2024. Dalam rapat bersama Komisi II DPR yang berlangsung di gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Komisioner KPU RI Idham Holik mengungkapkan bahwa sistem ini telah diperbaiki secara signifikan dibandingkan saat digunakan dalam pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) tahun 2024.
Idham Holik menekankan bahwa penggunaan Sirekap kali ini akan dilengkapi dengan perbaikan operasional yang lebih baik. “Sirekap akan digunakan kembali. Dan pada kesempatan ini kami sampaikan, kami bersama pengembang sudah melakukan perbaikan yang signifikan dari sistem komputasi,” ujarnya. Hal ini menunjukkan komitmen KPU untuk memastikan transparansi dan akurasi data pemilihan.
Dalam Pilkada 2024, data yang ditampilkan melalui Sirekap akan menggunakan Formulir C1, dengan tampilan dalam format PDF. Idham menjelaskan, “Data yang akan ditampilkan untuk informasi publik adalah formulir C Hasil, tidak ada tabulasi tingkat kabupaten/kota. Untuk tingkat kecamatan yang akan kami tampilkan adalah formulir B-Hasil KWK dan seterusnya.”
Perubahan ini bertujuan untuk mempermudah akses masyarakat terhadap informasi hasil pemungutan suara, serta meningkatkan transparansi dalam proses pemilihan.
KPU juga mengklaim telah melakukan perbaikan pada bandwidth, sehingga kemampuan traffic sistem menjadi lebih baik. Idham menyampaikan bahwa perbaikan ini berkontribusi terhadap peningkatan akurasi Sirekap. “Waktu kami simulasi di Depok dan Maros, akurasinya mencapai 99 persen. Kami yakini ke depan akan lebih baik,” kata dia optimis.
Dengan diterapkannya Sirekap yang telah diperbarui, KPU berharap dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap proses pemilu. Transparansi dalam penyampaian data hasil pemungutan suara merupakan langkah penting untuk memastikan akuntabilitas. “Kami ingin agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi dan yakin bahwa pemilu berjalan dengan fair dan transparan,” imbuh Idham.
(K/09)
PALU Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu dan sekitarnya di Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) dan menimbu
PERISTIWA
JAKARTA Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi menyampaikan adanya dugaan kejanggalan dalam salinan dokumen ijazah Presiden ke7 RI
POLITIK
Oleh Yakub F. IsmailDALAM beberapa bulan terakhir dunia benarbenar menghadapi badai perang yang begitu dahsyat dampaknya bagi seluruh send
OPINI
JAKARTA Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu menyoroti dugaan keterlibatan kepentingan politik dalam sejumlah aksi mahasiswa
POLITIK
MEDAN Seorang mahasiswa berinisial CS (25) asal Tebing Tinggi, Sumatera Utara, ditangkap petugas di Bandara Internasional Kualanamu sete
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh Rasyid Siddiq, S.H., CDRA., CPLA.DI atas mejameja kekuasaan, angkaangka ekonomi sering menjadi dasar pengambilan kebijakan. Pertumbu
OPINI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan, meski pemerintah memberlakukan moratoriu
NASIONAL
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong percepatan pemulihan di wilay
NASIONAL
JAKARTA Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu menyoroti dugaan adanya keterlibatan aktor politik di balik aksi penolakan terha
POLITIK
MEDAN Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Binjai menyatakan dukungan kepada David Luther Lubis u
POLITIK