Dari 8 Persen Jadi 16,70 Persen, Rehabilitasi Pascabencana Medan Terus Dikebut
MEDAN Realisasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kota Medan meningkat dari 8 persen menjadi 16,70 persen. Pemerintah Kota M
PEMERINTAHAN
JAKARTA – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Diktisaintek), Fauzan, mengungkap fakta mengejutkan terkait kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025.
Ia menyebut adanya sindikat besar dan sistemik di balik aksi curang tersebut, yang bahkan sudah memiliki layanan berdasarkan kelas sosial.
"Iya. Itu sudah sistemik, ada sindikat. Ada kelas VVIP, ada kelas bisnis, ada juga kelas ekonomi," ujar Fauzan kepada wartawan di Kantor Kemenko PMK, Selasa (29/4/2025).
Lebih lanjut, Fauzan mengatakan bahwa sindikat ini menggunakan alat-alat canggih yang sulit dideteksi, termasuk perangkat komunikasi tersembunyi seperti kamera di kancing baju, behel gigi elektronik, hingga kacamata pintar.
Bahkan, ada alat komunikasi yang disembunyikan di dalam telinga peserta.
"Alat yang kami temukan terakhir bahkan dimasukkan di telinga untuk menyamarkan," katanya.
Kecurangan yang Terorganisir dan Sudah Lama Berlangsung
Fauzan juga menegaskan bahwa praktik semacam ini bukanlah hal baru.
Saat menjabat sebagai Rektor Universitas Muhammadiyah Malang pada 2013, ia sudah menemui sindikat joki yang menyasar program studi bergengsi seperti Fakultas Kedokteran.
"Kecurangan seperti ini tidak hanya terjadi sekarang. Saya yakin, tes-tes prestisius lainnya juga rentan disusupi praktik serupa," katanya.
Skala Kecil, Tapi Tidak Ditolerir
Ketua Umum SNPMB, Prof. Eduart Wolok, mencatat total 14 kasus kecurangan selama dua hari pelaksanaan UTBK SNBT 2025.
Rinciannya, 9 kasus pada 23 April dan 5 kasus pada 24 April.
Jika dibandingkan dengan jumlah peserta hadir yang mencapai 196.328 orang, maka angka tersebut setara dengan 0,0071 persen.
"Memang kecil, tapi sekecil apapun bentuk kecurangan, kami tidak akan mentolerir," tegas Prof. Eduart dalam konferensi pers yang disiarkan melalui kanal YouTube SNPMB BPPP, Jumat (25/4/2025).
Pihak panitia SNPMB menegaskan telah melakukan penelusuran lebih lanjut ke 13 pusat pelaksanaan UTBK yang terindikasi menjadi lokasi terjadinya kecurangan.*
(km/a008)
MEDAN Realisasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kota Medan meningkat dari 8 persen menjadi 16,70 persen. Pemerintah Kota M
PEMERINTAHAN
MEDAN Persoalan biaya pendidikan masih membuat sebagian siswa yang telah menyelesaikan sekolah belum dapat membawa pulang ijazah mereka.
PEMERINTAHAN
MEDAN Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan membuka ruang evaluasi terhadap standar pelayanan publik melalui Forum K
PEMERINTAHAN
JAKARTA Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi mengundurkan diri dari jabatannya. Surat pengunduran diri Mashudi telah dit
NASIONAL
JAKARTA Sidang perkara dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke7 RI Joko Widodo atau Jokowi kem
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa mengatakan tim kuasa hukumnya telah menyiapkan sekitar 2.000 pertanyaan untuk mengg
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menegur tim hukum terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa dalam sidang pembuk
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa meminta jaksa penuntut umum (JPU) menunjukkan ijazah Joko Widodo yang menjadi baran
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melantik Bahlil Lahadalia sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Nega
SOSOK