Seluruh WNI Ditangkap Israel Saat Ikut Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza
JAKARTA Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang terdiri dari jurnalis dan aktivis dilaporkan ditangkap tentara Israel saat mengikuti mi
PERISTIWA
JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) harus dijalankan secara objektif, transparan, akuntabel, adil, dan tanpa diskriminasi.
Pernyataan ini disampaikannya dalam konferensi pers daring yang berlangsung pada Selasa (24/6/2025).
Abdul Mu'ti menyebut, penting bagi seluruh daerah untuk melaksanakan SPMB dengan standar nasional yang kuat dan terukur. Untuk itu, proses pendampingan, pemantauan, dan evaluasi menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan yang adil dan profesional.
"Setiap tahapan, mulai dari pendaftaran, verifikasi data, hingga pengumuman dan daftar ulang, harus dikawal secara ketat dan sesuai juknis. Jangan sampai terjadi praktik yang merugikan siswa maupun orang tua," tegasnya.
Ia juga mendorong refleksi dan kolaborasi antardaerah, terutama bagi wilayah yang belum memulai pelaksanaan SPMB. Abdul Mu'ti meminta agar mereka belajar dari daerah yang sudah berhasil menerapkan sistem ini secara optimal.
Menurut data Kementerian, hingga akhir Juni 2025 ini, sebanyak 232 pemerintah kabupaten/kota dan 10 pemerintah provinsi telah menyelenggarakan SPMB, atau sekitar 50% dari total daerah di Indonesia. Sisanya akan mulai menjalankan sistem ini pada pekan depan hingga awal Juli 2025.
"Kita harus petakan daerah mana yang berjalan dengan baik, mana yang masih perlu pendampingan. Semuanya harus siap menghadapi segala kemungkinan kendala," tambahnya.
Sebagai langkah mitigasi, Mendikdasmen menyarankan agar sosialisasi petunjuk teknis (juknis) dilakukan lebih awal, menggunakan kanal komunikasi yang sesuai dengan karakteristik masyarakat setempat agar informasi tersampaikan secara tepat dan akurat.
SPMB tahun ini dilaksanakan mengacu pada Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025, yang telah memberikan pedoman teknis pelaksanaan secara nasional untuk menjamin keadilan dan inklusivitas dalam proses penerimaan siswa baru.
Abdul Mu'ti juga menanggapi berbagai masalah yang muncul seperti serangan siber terhadap sistem pendaftaran online di beberapa daerah serta pungutan liar yang tidak sesuai ketentuan. Ia meminta semua laporan ditindaklanjuti secara tegas, dan dana yang tidak sesuai aturan segera dikembalikan.
"Kita ingin proses ini menjadi cermin pendidikan yang adil dan bermartabat. Semua pihak harus bersinergi," tutup Abdul Mu'ti.*
(bs/j006)
JAKARTA Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang terdiri dari jurnalis dan aktivis dilaporkan ditangkap tentara Israel saat mengikuti mi
PERISTIWA
JAKARTA Anggapan bahwa penyedap rasa monosodium glutamat (MSG) atau yang dikenal sebagai micin dapat menyebabkan kebodohan masih banyak di
KESEHATAN
JAKARTA Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali melontarkan kritik terhadap pemerintah yang dinilainya tidak menunjukkan kepe
EKONOMI
JAKARTA Sebanyak 14.237 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan kegiatan penyampaian pendapat dalam rangka peringatan Hari Kebangki
NASIONAL
JAKARTA Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menilai publik dan pasar saat ini membutuhkan kepastian dari pemerintah, bukan sekada
NASIONAL
JAKARTA Sekretaris Jenderal Partai Golkar sekaligus Ketua Fraksi Golkar DPR RI, M. Sarmuji, menyambut baik rencana kehadiran Presiden Prab
EKONOMI
JAKARTA Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menegaskan pengawasan ketat terus dilakukan terhadap pelaksanaan
NASIONAL
MEDAN Simalungun menyimpan jejak penting dalam sejarah ekonomi Sumatera Utara. Jauh sebelum dikenal sebagai sentra perkebunan teh, karet,
SENI DAN BUDAYA
ASAHAN Wakil Bupati Asahan, Rianto, membuka secara resmi Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Pembangunan Kabupaten/Kota seSumatera Utar
PEMERINTAHAN
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya mengajak kader Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) Sumut untuk berperan aktif dalam menduk
PEMERINTAHAN