Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Pemerintah resmi menetapkan Pendidikan Anak Usia Dini (
PAUD) sebagai bagian dari program Wajib Belajar 13 Tahun, menjadikannya tahapan krusial dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Keputusan ini menegaskan bahwa 1 tahun
pendidikan pra
sekolah kini menjadi langkah wajib sebelum
anak memasuki jenjang Sekolah Dasar (SD).Langkah ini bukan tanpa alasan. Data menunjukkan bahwa 80% perkembangan otak
anak terjadi sebelum usia 6 tahun.
Baca Juga:
Artinya, periode emas pertumbuhan otak
anak hanya datang sekali, dan harus dimanfaatkan seoptimal mungkin melalui stimulasi yang tepat."Pendidikan usia dini adalah fondasi utama pembangunan SDM. Karena itu, pemenuhan kualifikasi guru
PAUD dan
wajib belajar pra
sekolah menjadi prioritas agar layanan
pendidikan semakin merata dan bermutu," ujar Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, dalam keterangannya, Minggu (21/9).
Direktur Guru
PAUD dan Pendidikan Nonformal, Suparto, juga menekankan peran strategis guru
PAUD dalam membentuk karakter dan kecerdasan
anak."Guru
PAUD memegang peran penting dalam membentuk karakter, kecerdasan, dan keterampilan sosial
anak. Di usia ini, mereka belajar melalui aktivitas yang menyenangkan namun penuh makna," ujarnya.
Di lingkungan
PAUD,
anak-
anak tidak hanya diajarkan mengenal huruf dan angka, tapi juga dikenalkan pada dunia melalui bermain, bernyanyi, mendengarkan cerita, serta aktivitas motorik. Semua aktivitas tersebut dirancang untuk menstimulasi perkembangan otak, sekaligus mempersiapkan
anak secara kognitif dan emosional untuk jenjang
pendidikan selanjutnya.
Program
PAUD yang dirancang dengan prinsip meaningful, mindful, dan joyful learning memberi banyak manfaat konkret bagi
anak, di antaranya:- Siap Transisi ke SD: Anak terbiasa dengan rutinitas, lebih disiplin, dan percaya diri saat masuk
sekolah dasar.
- Keterampilan Sosial & Emosional: Anak belajar berinteraksi, mengelola emosi, dan memiliki empati terhadap sesama.- Dasar Karakter & Kemandirian: Anak dilatih untuk berani mencoba, mandiri, dan terbiasa dengan kebiasaan positif.
- Belajar Menyenangkan: Anak tidak merasa tertekan, karena pembelajaran dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan.Kebijakan baru ini memperluas cakupan
wajib belajar yang sebelumnya hanya mencakup 9 tahun (SD dan SMP).
Kini diperluas menjadi 13 tahun, terdiri dari:- 1 tahun pra
sekolah (
PAUD/TK)
- 9 tahun
pendidikan dasar (SD dan SMP)- 3 tahun
pendidikan menengah (SMA/SMK)
Dengan kebijakan ini, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap
anak Indonesia memulai
pendidikan formal sejak usia dini, demi kesiapan belajar jangka panjang.Pemerintah tidak hanya fokus pada peserta didik, tetapi juga memperkuat kualitas tenaga pendidik.
Melalui program beasiswa hingga Rp3 juta per semester, para guru
PAUD dan SD didorong untuk menempuh
pendidikan lebih lanjut agar semakin profesional dan berkualitas."Kami ingin memastikan bahwa guru
PAUD bukan hanya penyampai materi, tapi juga pendamping tumbuh kembang
anak yang kompeten," tegas Suparto.
Bagi para orangtua, menyekolahkan
anak ke
PAUD bukan lagi pilihan sekunder, melainkan investasi masa depan. Pendidikan usia dini yang tepat terbukti memberi dampak jangka panjang terhadap prestasi akademik, perkembangan sosial, dan kesiapan mental
anak.
Dengan perhatian pemerintah yang makin besar terhadap
pendidikan anak usia dini, diharapkan tidak ada lagi
anak Indonesia yang kehilangan kesempatan emas untuk berkembang optimal sejak dini.*
(di/a008)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.