"Proses belajar yang efektif adalah yang menyentuh tiga aspek: kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pendidikan karakter harus hadir di setiap pelajaran," jelasnya.
Kegiatan pembinaan ini disambut antusias oleh seluruh civitas madrasah. Salah seorang guru menilai bahwa keteladanan harus terus ditanamkan secara konsisten agar menjadi budaya.
"Anak-anak lebih mudah belajar dari contoh nyata. Jadi, seluruh warga madrasah harus menjadi teladan, bukan hanya memberi nasihat," ungkapnya.
Sementara itu, Zahra, siswi kelas IX, mengaku termotivasi setelah mengikuti kegiatan tersebut.
"Kami ingin jadi siswa yang bukan hanya pintar, tapi juga bisa diteladani. Mulai sekarang saya akan lebih disiplin dan bertanggung jawab," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, MTsN 1Tapanuli Selatan berkomitmen menjadikan madrasah bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter bangsa.
Nilai-nilai keteladanan diharapkan menjadi bagian dari budaya madrasah yang terus dibina dan dijaga.
"Menjadi teladan adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab moral kita sebagai insan beriman. Semoga dari madrasah ini lahir generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan membawa nama baik madrasah di manapun mereka berada," tutup Kepala Madrasah penuh harap.*