BREAKING NEWS
Rabu, 14 Januari 2026

Kemendikdasmen Salurkan Tunjangan Rp 2 Juta untuk 16.500 Guru Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Adelia Syafitri - Kamis, 25 Desember 2025 21:42 WIB
Kemendikdasmen Salurkan Tunjangan Rp 2 Juta untuk 16.500 Guru Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai menyalurkan tunjangan khusus bagi guru terdampak bencana banjir dan tanah longsor di 52 kabupaten/kota di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Berdasarkan data Kemendikdasmen, sebanyak 16.500 guru ditetapkan sebagai penerima tunjangan khusus dengan besaran Rp 2 juta per guru, yang disalurkan secara bertahap sejak 24 Desember 2025.

Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 32,8 miliar sebagai dukungan negara bagi guru yang tetap mengajar di tengah kondisi darurat.

Baca Juga:

Koordinator Tim Kerja Aneka Tunjangan Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik), Wendi Kuswandi, menjelaskan mekanisme penyaluran tetap melalui verifikasi dan validasi, namun tidak semua syarat harus dipenuhi.

Guru yang tercatat di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan mengajar di daerah 3T terdampak bencana tetap berhak menerima tunjangan.

"Mekanismenya, verifikasi tetap dilakukan, tapi yang penting guru terdata di Dapodik dan mengajar di daerah 3T terdampak bencana," ujar Wendi dalam keterangan tertulis, Kamis (25/12).

Selain tunjangan guru, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan pendidikan darurat, antara lain:
- 2.873 unit ruang kelas darurat,
- 141.335 paket perlengkapan belajar siswa, meliputi buku, alat tulis, tas, seragam, dan sepatu,
- 16.239 paket perlengkapan keluarga bagi warga satuan pendidikan terdampak.

Data Kemendikdasmen per 14 Desember 2025 mencatat 276.249 siswa dan 25.936 guru serta tenaga kependidikan terdampak bencana.

Sebanyak 15 guru dan 52 siswa dilaporkan meninggal dunia, sementara ribuan lainnya mengalami luka-luka atau masih berada di lokasi pengungsian.

Kerusakan meliputi 6.431 ruang kelas beserta bangunan pendukung dan fasilitas sanitasi.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan prioritas pemerintah adalah menjaga kelangsungan pendidikan di tengah situasi darurat.

"Penyelenggaraan pendidikan tetap harus berjalan, hak belajar peserta didik harus terpenuhi," ujarnya.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Waspada! Jalan Tarutung-Sibolga Tertimbun Longsor, Arus Lalu Lintas Terhenti
Gubernur Bobby Percepat Pembangunan Hunian Tetap Korban Banjir dan Longsor di Sumut, Siap Dibangun Akhir 2025
Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi hingga 8 Januari 2026
Banjir Bandang Kembali Terjang Maninjau, Puluhan Rumah Tergenang Lumpur dan Batu
Pemprov Sumut Tetapkan 22 UMK Tahun 2026, Medan Paling Tinggi!
Bangga! Atlet Sumut Sumbang 36 Medali, Indonesia Runner-Up SEA Games 2025
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru