Penyerahan bantuan dilakukan di Kantor Sekretariat APINDO, Jakarta, Jumat (30/1).
Beasiswa ini menyasar mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Andalas (Unand), dan Universitas Syiah Kuala (USK), tiga perguruan tinggi yang berada di wilayah terdampak banjir dan longsor.
Data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi per Desember 2025 menunjukkan, bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berdampak pada 18.824 mahasiswa di 60 perguruan tinggi.
Banyak di antaranya berisiko tidak dapat melanjutkan kuliah akibat kondisi ekonomi keluarga terdampak bencana.
Ketua Umum APINDO, Shinta W. Kamdani menegaskan, pendidikan harus menjadi prioritas, termasuk dalam situasi krisis.
"Pendidikan tidak boleh terhenti karena bencana. Mahasiswa terdampak tetap berhak mendapatkan akses belajar sebagai bekal masa depan mereka," ujarnya.
Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia, Lucia Karina, menambahkan, beasiswa ini bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pemulihan sosial, khususnya pendidikan.
Selain itu, CCEP juga menyalurkan 222 unit mesin filter air yang akan didistribusikan melalui perguruan tinggi penerima beasiswa dan Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh (HaKa) untuk memastikan akses air bersih bagi masyarakat terdampak bencana.
Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc., serta Rektor Unand dan Wakil Rektor 3 USU menyampaikan apresiasi atas dukungan ini.