Iskandar menekankan pentingnya pendidikan karakter, inovatif, dan mandiri di sekolah Muhammadiyah. Ia mendorong kebijakan pemerintah terkait keamanan, fleksibilitas pembelajaran, digitalisasi, dan peningkatan kesejahteraan guru.
Sekolah juga diberikan keleluasaan untuk menyesuaikan kurikulum bila terdampak bencana, sesuai Permendikdasmen 6/2026 dan program wajib belajar 13 tahun.
"Dalam 180 hari ke depan, generasi muda Aceh tidak hanya memegang ijazah, tetapi juga keterampilan global dengan akar budaya yang kuat. Aceh telah bersiap. Masa depan menanti kita," tutup Iskandar Hasibuan.*