Prabowo: Tak Puas Pemerintah? Ganti Lewat Mekanisme Resmi
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pergantian pemerintahan dalam sistem demokrasi Indonesia harus dilakukan melalui mekani
POLITIK
BANDA ACEH – Aceh, wilayah di ujung barat Indonesia yang dikenal dengan ketangguhannya menghadapi bencana, kini menatap masa depan dengan visi pendidikan yang revolusioner.
Hal ini diungkapkan DR. H. Iskandar Hasibuan, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF Muhammadiyah Wilayah Aceh, dalam wawancara eksklusif dengan Bitvonline di Banda Aceh, Rabu (8/4/2026).
"Pendidikan adalah pilar kedaulatan. Aceh tidak hanya bangkit dari masa lalu, tetapi juga harus mempersiapkan generasi yang berdaya secara ekonomi, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan global," kata Iskandar Hasibuan.Baca Juga:
Paradoks Aceh: Tantangan Relevansi Pendidikan
Aceh mencatat angka Harapan Lama Sekolah (HLS) 17,94 tahun di Banda Aceh, yang secara teoretis menempatkan anak-anak Aceh hingga jenjang pascasarjana.
Namun, Iskandar menekankan adanya Paradoks Aceh: tingginya partisipasi sekolah dasar hampir 100% belum menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan industri digital dan ekonomi hijau.
"Pendidikan tidak boleh sekadar mencetak ijazah. Harus ada pergeseran paradigma dari schooling menjadi learning dan akhirnya menjadi empowerment bagi anak-anak Aceh," tegasnya.
Strategi Transformasi: Tiga Pilar
Untuk menjawab tantangan ini, Muhammadiyah Aceh merancang tiga pilar strategis yang akan diimplementasikan dalam enam bulan ke depan:
1 Integrasi Dayah-Digital (Kearifan Hibrida)
Ribuan dayah atau pesantren Aceh akan diubah menjadi pusat inovasi teknologi, di mana santri belajar coding, sains data, sekaligus mempelajari khazanah keilmuan klasik.
2. Revitalisasi Vokasi Berbasis Potensi Wilayah
Kurikulum seragam diganti dengan pendidikan adaptif geografis: sekolah pegunungan fokus pada agroteknologi, sekolah pesisir mengembangkan inovasi maritim.
3. Kolaborasi Radikal Antarsektoral
Muhammadiyah menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan realitas pasar kerja, mendorong sertifikasi kompetensi internasional agar pemuda Aceh siap bersaing secara global.
Harapan untuk Sekolah Muhammadiyah
Iskandar menekankan pentingnya pendidikan karakter, inovatif, dan mandiri di sekolah Muhammadiyah. Ia mendorong kebijakan pemerintah terkait keamanan, fleksibilitas pembelajaran, digitalisasi, dan peningkatan kesejahteraan guru.
Sekolah juga diberikan keleluasaan untuk menyesuaikan kurikulum bila terdampak bencana, sesuai Permendikdasmen 6/2026 dan program wajib belajar 13 tahun.
"Dalam 180 hari ke depan, generasi muda Aceh tidak hanya memegang ijazah, tetapi juga keterampilan global dengan akar budaya yang kuat. Aceh telah bersiap. Masa depan menanti kita," tutup Iskandar Hasibuan.*
(ad)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pergantian pemerintahan dalam sistem demokrasi Indonesia harus dilakukan melalui mekani
POLITIK
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana membantah kabar yang menyebut pengadaan motor listrik untuk Satuan Pelayanan Peme
NASIONAL
DELI SERDANG Sebanyak lima orang dilaporkan tewas akibat bencana longsor yang terjadi di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Del
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintahannya berhasil mengendalikan arah bernegara dalam 1,5 tahun terakhir. Hal itu disam
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim menilai wacana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi untuk mengambil alih PT Permodalan Na
EKONOMI
LABUHANBATU SELATAN, 7 April 2026 Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, memimpin langsung Entry Meeting Pemeriksaan Teri
PEMERINTAHAN
DELI SERDANG Polda Sumatera Utara (Sumut) akan melakukan pengikisan terhadap mahkota longsor serta puingpuing yang retak di lokasi bencana
PERISTIWA
LHOKSEUMAWE Satuan Reserse Narkoba Polres Lhokseumawe berhasil mengungkap kasus narkotika golongan I jenis sabu dengan total barang bukt
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) kembali menegaskan komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan dengan meraih pering
EKONOMI
ASAHAN Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung kesia
KESEHATAN