BREAKING NEWS
Selasa, 30 Juni 2026

Universitas Satya Terra Bhinneka Diresmikan, Zakiyuddin Harahap Harap Perluas Akses Pendidikan bagi Anak Kurang Mampu

Abyadi Siregar - Selasa, 30 Juni 2026 08:11 WIB
Universitas Satya Terra Bhinneka Diresmikan, Zakiyuddin Harahap Harap Perluas Akses Pendidikan bagi Anak Kurang Mampu
Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menghadiri peresmian gedung baru Universitas Satya Terra Bhinneka di Kompleks Yayasan Iskandar Muda, Jalan Bakul, Medan Sunggal, Senin, 29 Juni 2026. (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menghadiri peresmian gedung baru Universitas Satya Terra Bhinneka di Kompleks Yayasan Iskandar Muda, Jalan Bakul, Medan Sunggal, Senin, 29 Juni 2026.

Dalam kesempatan itu, Zakiyuddin berharap kehadiran universitas tersebut dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas.

Peresmian gedung kampus dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto.

Baca Juga:

Gedung universitas yang dibangun dalam waktu sekitar 18 bulan itu dinilai menjadi bukti bahwa kolaborasi, manajemen yang baik, dan semangat bersama mampu menghasilkan fasilitas pendidikan yang representatif.

"Ini adalah karya gedung yang luar biasa. Manajemen yang efektif, efisien, dan gigih terbukti mampu menghasilkan fasilitas semegah ini hanya dalam waktu singkat," ujar Prof. Brian Yuliarto.

Dalam sambutannya, Brian juga memberikan apresiasi kepada pendiri Yayasan Iskandar Muda, Dr. Sofyan Tan, yang dinilai konsisten mengembangkan dunia pendidikan, mulai dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.

Sementara itu, Sofyan Tan mengatakan pendirian Universitas Satya Terra Bhinneka merupakan hasil perjalanan panjang selama hampir 40 tahun mengembangkan pendidikan, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia menjelaskan universitas tersebut dibangun dengan semangat pendidikan multikultural yang terbuka bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang sosial ekonomi.

Dalam kesempatan itu, Sofyan Tan juga menceritakan perjuangannya membangun lembaga pendidikan.

Ia mengaku pernah berniat menjual sekolah karena terlilit utang yang meningkat dari Rp60 juta menjadi Rp1,2 miliar.

Namun dukungan berbagai pihak, termasuk almarhum Insinyur Sarwono Kusuma Atmaja, rekannya Paidi yang mengagunkan tanahnya, serta dukungan sang istri, membuat perjuangan tersebut terus berlanjut hingga akhirnya berhasil membangun universitas.

Menurut Sofyan Tan, Universitas Satya Terra Bhinneka dikembangkan dengan konsep pembangunan berkelanjutan melalui berbagai program studi yang saling terintegrasi, mulai dari pendidikan, manajemen hutan, pertanian, hingga bisnis digital.

Universitas tersebut juga berencana membangun pusat riset pertanian bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menghasilkan berbagai inovasi di bidang pertanian.

Melalui berbagai program tersebut, Sofyan Tan berharap universitas yang didirikannya mampu mencetak lulusan yang unggul secara akademik, peduli terhadap lingkungan, serta mampu berkontribusi bagi pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap berharap Universitas Satya Terra Bhinneka dapat melahirkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi sekaligus mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan Kota Medan.

"Kita lihat kampusnya juga cukup besar dan ada prinsip gotong royong dan saling membantu dalam proses pembangunannya. Ini bisa menjadi contoh dan semangat untuk kita dalam membangun apapun itu, harus saling bergotong royong dan saling support. Dengan hal itu terbangun bangsa yang baik", katanya.

Peresmian kampus tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksdya TNI (Purn) Prof. Amarulla Octavian, anggota DPR RI, Konsul Jenderal Jepang dan Malaysia, sejumlah kepala daerah di Sumatera Utara dan Aceh, serta para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Di Forum Pangan Nasional APEKSI, Rico Waas Dorong Kolaborasi Antardaerah untuk Perkuat Ketahanan Pangan Kota
Bobby Nasution Gandeng Danareksa dan KIM, Percepat Pengembangan Kawasan Industri untuk Dongkrak Ekonomi Sumut
Viral! Pagar Monumen TD Pardede Raib Digondol Maling, Besi Hilang Capai 50 Meter
Mulai Juli, Pemerintah Kucurkan Stimulus Rp26,34 Triliun, Diskon Transportasi hingga Bantuan Pangan
Sekda Aceh Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I LAN RI, Siapkan Pemimpin Birokrasi yang Adaptif
Waspada Banjir Rob! Air Laut Diprediksi Naik hingga 2,4 Meter di Tiga Wilayah Pesisir Medan pada 30 Juni–3 Juli
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru