BREAKING NEWS
Rabu, 23 September 2026

Kabar Baik! P2MI Buka Kesempatan Kerja ke Luar Negeri bagi Lulusan SMK, Ini Daftar Negaranya

Abyadi Siregar - Rabu, 05 Agustus 2026 15:54 WIB
Kabar Baik! P2MI Buka Kesempatan Kerja ke Luar Negeri bagi Lulusan SMK, Ini Daftar Negaranya
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin. (foto: Drs. Mukhtarudin)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mulai membuka peluang kerja luar negeri bagi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui program Asta Mandala SMK Go Global.

Program ini ditujukan untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional.

Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, mengatakan penempatan pekerja migran akan difokuskan ke sejumlah negara di Asia hingga Eropa.

Baca Juga:

Negara tujuan tersebut meliputi Jepang, Jerman, Malaysia, Korea Selatan, Turki, Singapura, Maladewa, Taiwan, serta beberapa negara di kawasan Eropa.

"Para lulusannya nanti akan diarahkan untuk mengisi peluang kerja di berbagai negara tujuan yang sudah kita tentukan sebagai negara penempatannya, yaitu seperti Jepang, Jerman, Malaysia, Korea Selatan, Turki, Singapura, kawasan Eropa, Maladewa, dan Taiwan," kata Mukhtarudin dalam konferensi pers, Rabu (5/8/2026).

Menurut Mukhtarudin, negara yang diproyeksikan menyerap tenaga kerja Indonesia dalam jumlah besar antara lain Malaysia, Taiwan, Jepang, Hong Kong, Maladewa, Turki, dan Jerman.

Ia menjelaskan, pemilihan negara tujuan dilakukan berdasarkan kebutuhan tenaga kerja di masing-masing negara.

Karena itu, peserta program akan mendapatkan pelatihan yang disesuaikan dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia kerja di negara tujuan.

"Jadi ini mekanismenya adalah ada dulu pasarnya, ada dulu negara penempatan dan sektornya, dibutuhkan kompetensi seperti apa, baru dilatih," jelas Mukhtarudin.

Program Asta Mandala SMK Go Global akan mulai dibuka secara daring pada 12 Agustus 2026.

Selain pendaftaran secara online, Kementerian P2MI juga menyiapkan balai pendaftaran di 23 provinsi untuk memberikan informasi sekaligus pendampingan kepada para calon peserta.

Pada tahun 2026, pemerintah menargetkan pemberangkatan sebanyak 40.000 pekerja migran Indonesia.

Karena pelaksanaan program dimulai pada paruh kedua tahun ini, peserta diwajibkan telah memiliki kemampuan dasar atau basic skill sesuai kebutuhan sektor pekerjaan.

Setelah itu, peserta akan mengikuti pelatihan singkat, pembekalan bahasa, serta proses sertifikasi sebelum diberangkatkan ke negara tujuan.

Sementara itu, pada 2027 pemerintah menargetkan pemberangkatan 140.000 pekerja migran.

Berbeda dengan tahun ini, peserta tahun depan dapat mengikuti program meskipun belum memiliki kemampuan dasar karena waktu pelatihannya lebih panjang.

"Tahun depan itu kita sudah reguler, mulai dari Januari sehingga panjang waktu pelatihannya. Nah sehingga mungkin itu bisa dari yang nol, bukan upskilling," tutur dia.

Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan pemberangkatan 500.000 pekerja migran Indonesia hingga 2029.

Mukhtarudin berharap masyarakat memanfaatkan jalur resmi yang telah disiapkan pemerintah agar terhindar dari risiko menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

"Diharapkan masyarakat tidak lagi menggunakan jalur-jalur yang non-prosedural. Karena jalur sudah ada, mekanismenya sudah ada, pembiayaannya sudah ada juga," ujar dia.* (km/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Heboh! Makalah MBG yang Cantumkan Nama Prabowo Diklaim Jadi Kandidat Nobel Perdamaian 2026, Pemerintah Lakukan Investigasi
17 Pejabat Pemko Tanjungbalai Resmi Dilantik, Wakil Wali Kota Minta Tingkatkan Kinerja
Bupati Asahan Hadiri Pelantikan Pengurus DHD BPK 45 Sumut Periode 2026–2031, Dukung Penguatan Nasionalisme Generasi Muda
Camat Tanjung Tiram Kumpulkan Pedagang Ikan, Bahas Penataan TPI Demi Kebersihan dan Kenyamanan Bersama
Wabup Batu Bara Tinjau Program BERLAYAR, Pastikan Pelayanan Publik Hadir hingga Desa
Kejar Target Agustus, 35.000 Kopdes Merah Putih Dikebut Pemerintah agar Segera Beroperasi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru