BREAKING NEWS
Rabu, 12 Agustus 2026

Kotoran Ternak Disulap Jadi Biogas, UMSU Wujudkan Desa Energi Hijau di Langkat

Abyadi Siregar - Selasa, 11 Agustus 2026 19:23 WIB
Kotoran Ternak Disulap Jadi Biogas, UMSU Wujudkan Desa Energi Hijau di Langkat
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara mendorong Desa Bekiung, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, menjadi desa energi hijau melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan 2026. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KUALA, LANGKAT – Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mendorong Desa Bekiung, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, menjadi desa energi hijau melalui Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) 2026. Program ini mengembangkan biogas komunal berbasis limbah peternakan serta teknologi tepat guna untuk meningkatkan produktivitas masyarakat.

Salah satu tahapan program ditandai dengan penyerahan kompor gas tekanan rendah kepada masyarakat Desa Bekiung, Senin (10/8). Peralatan tersebut akan digunakan sebagai bagian dari sistem pemanfaatan biogas yang dihasilkan melalui instalasi biodigester.

Penyerahan dilakukan Ketua Tim PDB UMSU Dr Rimbawati, ST., MT., bersama Ketua Kelompok Peternak Breeding and Fattening Sapi Fuji Hartono, Pemerintah Desa Bekiung dan BUMDes Bangun Mandiri.

Baca Juga:


Direktur BUMDes Bangun Mandiri Supono, ST., mengapresiasi UMSU yang memilih Desa Bekiung sebagai lokasi pelaksanaan Program PDB 2026. Menurutnya, program tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal sekaligus memanfaatkan teknologi sesuai dengan potensi desa.

"Program ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal dan memanfaatkan teknologi yang dapat mendukung kegiatan produktif di desa. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Supono.

Program PDB UMSU 2026 mengusung tema "Desa Bekiung Energi Hijau: Integrasi Biogas Komunal dan Solar Dry Dome untuk Penguatan Pangan Lokal Berbasis Rantai Nilai Agro-Peternakan."

Pengembangan biogas dilakukan dengan memanfaatkan limbah peternakan, khususnya kotoran ternak yang tersedia di lingkungan masyarakat. Limbah tersebut akan diolah menggunakan biodigester untuk menghasilkan biogas sebagai sumber energi alternatif.

Instalasi biodigester mulai dibangun di lokasi desa binaan dan menjadi bagian utama dalam sistem pengolahan limbah peternakan menjadi energi. Pemanfaatan tersebut diharapkan memberikan manfaat ganda, yakni menyediakan sumber energi alternatif sekaligus membantu mengurangi persoalan lingkungan akibat limbah peternakan.


Kompor gas tekanan rendah yang diserahkan kepada masyarakat menjadi salah satu perangkat pendukung untuk memanfaatkan biogas yang dihasilkan dari biodigester.

Tim PDB UMSU juga memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam pengoperasian dan pemeliharaan teknologi. Pendampingan dilakukan agar masyarakat tidak hanya menerima bantuan peralatan, tetapi juga mampu mengoperasikan, merawat dan memanfaatkannya secara berkelanjutan.

Ketua Tim PDB UMSU Dr Rimbawati mengatakan pemberdayaan masyarakat melalui program tersebut tidak berhenti pada penyerahan teknologi.

"Teknologi yang diberikan merupakan bagian dari upaya UMSU menghadirkan hasil ilmu pengetahuan dan inovasi yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Harapannya, teknologi ini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mendorong kemandirian masyarakat," katanya.

Konsep Desa Energi Hijau yang dikembangkan UMSU tidak hanya berfokus pada energi alternatif. Program tersebut juga mengintegrasikan sektor energi, pertanian dan peternakan melalui penerapan teknologi tepat guna.

Selain biogas komunal, UMSU mengembangkan Solar Dry Dome untuk mendukung proses pengeringan hasil pertanian. Kedua teknologi tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai nilai agro-peternakan dan meningkatkan nilai tambah produk masyarakat.

Melalui konsep tersebut, limbah peternakan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal dapat diolah menjadi sumber energi. Sementara hasil pertanian mendapat dukungan teknologi untuk proses pengeringan dan pengolahan.

UMSU berharap pengembangan Desa Bekiung sebagai Desa Energi Hijau dapat berjalan berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah desa, BUMDes, kelompok peternak dan masyarakat.

Program PDB 2026 tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi UMSU dalam mendukung pembangunan masyarakat desa melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan potensi serta kebutuhan masyarakat.

Dengan pengembangan biogas komunal dan Solar Dry Dome, UMSU mendorong Desa Bekiung untuk mengoptimalkan potensi lokal, memanfaatkan energi terbarukan serta meningkatkan produktivitas dan kemandirian masyarakat.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
UMSU Dorong Kemandirian Ekonomi Desa lewat Bantuan Alat Produksi Abon dan Cookies
Kelurahan Timbang Langkat Bentuk Posbankum, Warga Kini Lebih Mudah Akses Bantuan Hukum
Proyek Smartboard Langkat Rp49,9 Miliar, Terdakwa Ungkap Permintaan Komisi 44 Persen
Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, Tapi Mengapa Daya Beli Masyarakat Melemah?
Dituding Terima Rp1 Miliar dari Proyek Smartboard, Eks Pj Bupati Langkat Faisal Hasrimy Bantah
Duduk Bershalawat di Tengah Jalan, Warga Pematang Cengal Kembali Blokir Akses Jalan: Tolak Janji, Tuntut Aspal Permanen
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru