BREAKING NEWS
Jumat, 07 Agustus 2026

Dituding Terima Rp1 Miliar dari Proyek Smartboard, Eks Pj Bupati Langkat Faisal Hasrimy Bantah

Johan - Jumat, 07 Agustus 2026 21:44 WIB
Dituding Terima Rp1 Miliar dari Proyek Smartboard, Eks Pj Bupati Langkat Faisal Hasrimy Bantah
Mantan Penjabat (Pj) Bupati Langkat, Faisal Hasrimy. (foto: Dok. Diskominfo Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Mantan Penjabat (Pj) Bupati Langkat, Faisal Hasrimy, membantah tuduhan mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Langkat, Saipul Abdi, yang menyebut dirinya menerima uang Rp1 miliar terkait proyek pengadaan smartboard.

Bantahan tersebut disampaikan Faisal setelah namanya disebut dalam persidangan perkara dugaan korupsi pengadaan smartboard di Pengadilan Tipikor Medan.

"Saya membantah dan tidak mengakui keterangan yang disampaikan oleh terdakwa. Terkait informasi pemberian dana oleh B kepada Supriadi yang diambil ADC, bahwa saya tidak mengetahui perihal tersebut," kata Faisal Hasrimy, Jumat, 7 Agustus 2026.

Baca Juga:

Selain membantah dugaan penerimaan uang, Faisal juga menepis tudingan bahwa dirinya pernah memerintahkan Saipul Abdi melakukan studi banding terkait program smartboard ke Kabupaten Serdang Bedagai sebelum anggaran tersedia.

Menurut Faisal, tidak pernah ada instruksi, baik secara lisan maupun tertulis, kepada Saipul untuk melakukan studi banding tersebut.

"Bahwa tidak pernah ada perintah lisan maupun tertulis dari saya selaku Pj Bupati Langkat kepada terdakwa SA untuk melakukan study banding smartboard ke Kabupaten Sergai pada saat kegiatan tersebut belum dianggarkan," ujarnya.

Meski demikian, Faisal mengakui bahwa program digitalisasi memang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat sehingga pemerintah daerah perlu mempelajari berbagai program yang dinilai berhasil diterapkan di daerah lain.

"Namun demikian bahwa Digitalisasi ini merupakan prioritas pemerintah pusat yang harus jadi perhatian serius daerah, untuk diimplementasikan. Di Langkat saya sampaikan kepada seluruh OPD untuk memahami lebih lanjut manfaat program-program daerah yang berhasil, agar program yang dilaksanakan OPD di Langkat mencapai tujuan dengan baik, yang mampu meningkatkan kualitas hasil pembangunan secara umum, termasuk pembangunan pendidikan di Langkat serta akuntabilitas tetap terjaga," katanya.

Sebelumnya, mantan Kadisdik Langkat Saipul Abdi, yang menjadi terdakwa dalam perkara tersebut, mengaku melihat langsung adanya penyerahan uang kepada Faisal Hasrimy sebesar Rp1 miliar.

Dalam keterangannya di persidangan, Saipul mengatakan proyek pengadaan smartboard merupakan keinginan Faisal.

Ia mengaku sempat menolak proyek tersebut, tetapi merasa tidak memiliki pilihan karena merupakan bawahan.

"(Faisal Hasrimy) lah yang memaksa pengadaan smartboard harus berjalan di Kabupaten Langkat, sejak awal tetap saya tolak tapi sebagai bawahan saya tidak bisa menolak," ujar Saipul.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo: Jadi Pemimpin Itu Tidak Rumit, Cintai Rakyat dan Gunakan Akal Sehat
Said Iqbal Klaim Tak Ada Demo Buruh Agustus-September, KBPBI Bantah: Tak Ada Penasihat Presiden yang Bisa Atur Koalisi Kami
Satgas PRR Percepat Pemulihan Ekonomi Pesisir Aceh, KKP Salurkan Bantuan untuk Nelayan dan Petambak
BGN Pecat Tidak Hormat 66 Kepala Dapur MBG, Ada yang Terlibat Judol hingga 'Hengki-Pengki'
Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Dana Negara Dipakai Biayai Konten Hoaks, Dijerat Pasal Korupsi
Satgas PRR Sinkronkan Pemulihan Sawah Rusak Pascabencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Menyelamatkan Fiskal Daerah

Menyelamatkan Fiskal Daerah

Oleh Yakub F. IsmailKIAMAT fiskal sedang membayangi sejumlah daerah yang kini tengah menderita teakanan keuangan.Alarm tersebut sekaligus m

OPINI