BREAKING NEWS
Rabu, 12 Agustus 2026

Partisipasi Sekolah Anjlok di Usia SMA, Pendidikan Aceh Diminta Fokus pada Mutu Belajar

T.Jamaluddin - Selasa, 11 Agustus 2026 19:49 WIB
Partisipasi Sekolah Anjlok di Usia SMA, Pendidikan Aceh Diminta Fokus pada Mutu Belajar
Dr. H. Iskandar Muda Hasibuan, Ketua Majlis Pendidikan Dasar dan Menengah dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh. Juga pemerhati pendidikan. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Peningkatan kompetensi guru, menurut dia, tidak cukup hanya melalui pelatihan yang berakhir pada sertifikat. Pengembangan profesional perlu lebih dekat dengan praktik pembelajaran, disertai pendampingan, refleksi dan evaluasi terhadap perubahan yang terjadi di kelas.

Sementara kepala sekolah perlu diperkuat sebagai pemimpin pembelajaran, bukan hanya administrator. Kepala sekolah diharapkan mampu menggunakan data, membangun budaya akademik dan memastikan sumber daya sekolah diarahkan untuk meningkatkan kualitas belajar.

"Reformasi pendidikan pada akhirnya harus bermuara di ruang kelas," tegasnya.

Kebijakan pendidikan juga dinilai perlu semakin berbasis data. Keberadaan Statistik Pendidikan Provinsi Aceh 2025 serta pembaruan Rapor Pendidikan dengan data capaian 2025 dapat menjadi dasar untuk menentukan kebijakan yang lebih tepat.

Data tersebut, kata Iskandar, seharusnya tidak hanya digunakan untuk menyusun laporan. Pemerintah perlu menggunakannya untuk mengetahui sekolah yang menghadapi persoalan terbesar, kelompok peserta didik yang paling rentan, penyebab rendahnya capaian serta efektivitas intervensi yang dilakukan.

Pemerataan Pendidikan

Persoalan pemerataan juga menjadi perhatian. Kondisi geografis, sosial, ekonomi dan demografis Aceh membuat kebutuhan setiap sekolah tidak selalu sama.

Karena itu, pemerataan pendidikan tidak harus dimaknai sebagai pemberian perlakuan yang sama kepada seluruh sekolah. Dukungan justru perlu disesuaikan dengan hambatan dan kebutuhan masing-masing wilayah.

Sekolah di daerah terpencil, kepulauan, pegunungan, wilayah dengan tingkat kemiskinan tinggi serta sekolah yang melayani peserta didik berkebutuhan khusus dinilai membutuhkan dukungan lebih besar.

Anak yang tidak sekolah, berisiko putus sekolah maupun mengalami ketertinggalan belajar juga perlu menjadi sasaran utama kebijakan.

Penanganan persoalan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah. Faktor ekonomi keluarga, jarak, transportasi, kondisi sosial dan motivasi belajar dapat saling berkaitan.

Karena itu, diperlukan koordinasi antara pemerintah daerah, sekolah, pemerintah desa, keluarga, layanan sosial dan masyarakat.

Pendidikan Aceh Harus Siap Hadapi AI

Iskandar juga menilai pendidikan Aceh perlu mempersiapkan peserta didik menghadapi perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
"Keadilan Ikuti Kepemilikan, Bukan Hubungan Keluarga," Pesan Bambang Harymurti soal RUU Rampasan Aset
Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Bikin Rupiah Melemah ke Rp17.861
Terobos Perlintasan Tanpa Palang, Motor Boncengan 2 Warga Labura Diseruduk KA Putri Deli
El Nino Mengancam Kelompok Rentan, Menteri HAM Perintahkan Jajaran Turun Langsung
170 Mahasiswa UPMI Medan Terjun KKN di Tanjungbalai, Wali Kota: Jadilah Agen Perubahan
Bukan Sekadar Slogan, Wali Kota Tanjungbalai Wajibkan ASN Terapkan BerAKHLAK
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru