BREAKING NEWS
Selasa, 11 Agustus 2026

Partisipasi Sekolah Anjlok di Usia SMA, Pendidikan Aceh Diminta Fokus pada Mutu Belajar

T.Jamaluddin - Selasa, 11 Agustus 2026 19:49 WIB
Partisipasi Sekolah Anjlok di Usia SMA, Pendidikan Aceh Diminta Fokus pada Mutu Belajar
Dr. H. Iskandar Muda Hasibuan, Ketua Majlis Pendidikan Dasar dan Menengah dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh. Juga pemerhati pendidikan. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Literasi digital dan AI perlu dikembangkan bersamaan dengan kemampuan fundamental seperti literasi, numerasi, penalaran kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi dan karakter.

Teknologi, menurutnya, tidak boleh menjadi tujuan pendidikan, tetapi harus digunakan sebagai alat untuk memperkuat kualitas pembelajaran.

Pada pendidikan menengah dan vokasional, relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan masa depan juga perlu diperkuat. Potensi Aceh di sektor pertanian, perkebunan, kelautan, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, jasa dan teknologi dapat lebih dihubungkan dengan pembelajaran serta pengembangan keterampilan.

Di sisi lain, pendidikan Aceh dinilai memiliki modal penting berupa sejarah, budaya, tradisi keilmuan dan kehidupan keislaman yang kuat.

Modal tersebut dapat menjadi bagian dari identitas pendidikan Aceh dengan tetap dipadukan dengan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, kemampuan berpikir kritis dan kompetensi global.

Fokus pada Dampak

Iskandar menilai Aceh bukan kekurangan program pendidikan. Tantangan terbesar justru memastikan program yang dijalankan memiliki dampak nyata.

Menurutnya, terlalu banyak program berpotensi membuat sumber daya tersebar, membebani pelaksana dan membuat evaluasi menjadi kurang maksimal.

Karena itu, kebijakan pendidikan sebaiknya berfokus pada agenda yang memiliki hubungan langsung dengan hasil belajar dan keberlanjutan pendidikan.

Beberapa di antaranya mempertahankan anak agar tetap bersekolah, memperkuat literasi dan numerasi, meningkatkan kualitas guru serta kepala sekolah, mengurangi ketimpangan, memperkuat pendidikan menengah dan vokasional, serta mempersiapkan peserta didik menghadapi perkembangan teknologi dan dunia kerja.

"Ukuran keberhasilan pendidikan Aceh ke depan harus semakin sederhana tetapi substantif: apakah anak bersekolah, apakah mereka tetap bersekolah, apakah mereka benar-benar belajar, apakah kesenjangan antarpeserta didik semakin kecil, dan apakah kompetensi yang diperoleh membuat mereka lebih mampu menghadapi kehidupan dan masa depan," katanya.

Iskandar berharap pendidikan Aceh dapat ditempatkan sebagai agenda pembangunan daerah yang lintas sektor dan lintas periode pemerintahan.

Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kesinambungan kebijakan, penguatan kapasitas pelaksana, penggunaan data, evaluasi berkala serta keberanian memperbaiki atau menghentikan program yang tidak menunjukkan hasil.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
"Keadilan Ikuti Kepemilikan, Bukan Hubungan Keluarga," Pesan Bambang Harymurti soal RUU Rampasan Aset
Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Bikin Rupiah Melemah ke Rp17.861
Terobos Perlintasan Tanpa Palang, Motor Boncengan 2 Warga Labura Diseruduk KA Putri Deli
El Nino Mengancam Kelompok Rentan, Menteri HAM Perintahkan Jajaran Turun Langsung
170 Mahasiswa UPMI Medan Terjun KKN di Tanjungbalai, Wali Kota: Jadilah Agen Perubahan
Bukan Sekadar Slogan, Wali Kota Tanjungbalai Wajibkan ASN Terapkan BerAKHLAK
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru