BREAKING NEWS
Rabu, 16 September 2026

Gaji Tembus Rp38 Juta! Kemen P2MI Geber Program "SMK Go Global" di Sumut Demi Kejar Target 500 Ribu Pekerja Migran

Dodi Kurniawan - Selasa, 15 September 2026 14:27 WIB
Gaji Tembus Rp38 Juta! Kemen P2MI Geber Program "SMK Go Global" di Sumut Demi Kejar Target 500 Ribu Pekerja Migran
Program Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri dalam Mendukung Program Peningkatan Kapasitas Berbasis Kebutuhan Pasar Kerja Luar Negeri di Institut Kesehatan Deli Husada, Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

DELI SERDANG - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Kemen P2MI) mendorong pelaksanaan program "SMK Go Global" di Sumatera Utara (Sumut) untuk meningkatkan kapasitas calon pekerja migran agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja luar negeri. Pemerintah menargetkan penempatan 500.000 pekerja migran berkualitas hingga 2029.

Program tersebut disampaikan melalui kegiatan sosialisasi Program Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri dalam Mendukung Program Peningkatan Kapasitas Berbasis Kebutuhan Pasar Kerja Luar Negeri di Institut Kesehatan Deli Husada, Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kemen P2MI Sri Andayani mengatakan program tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden untuk mempersiapkan tenaga kerja Indonesia agar memiliki kompetensi sesuai persyaratan yang ditetapkan negara tujuan.

Baca Juga:

"Targetnya itu total 500.000, ini merupakan program direktif presiden dalam rangka mempersiapkan calon pekerja kita agar bisa memenuhi persyaratan yang ada di luar negeri," ujar Sri Andayani.

Target penempatan tersebut dibagi dalam empat tahun. Rinciannya, sebanyak 40.000 pekerja migran pada 2026, 140.000 pada 2027, 180.000 pada 2028, dan 140.000 pada 2029.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah juga memperluas kerja sama penempatan pekerja migran ke sejumlah negara. Kawasan yang dibidik mencakup Brunei dan Malaysia di Asia Tenggara, Jepang dan Korea di Asia Timur, Maladewa di Asia Selatan, serta Arab Saudi, Turki, Kuwait dan Qatar di Timur Tengah. Sejumlah negara di Eropa juga masuk dalam penjajakan kerja sama.

Sri Andayani mengatakan Sumatera Utara memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja luar negeri, terutama di sektor kesehatan, hospitality dan manufaktur.

Dia menilai keberadaan lembaga pendidikan vokasi seperti Institut Kesehatan Deli Husada dapat mendukung penyiapan tenaga kesehatan yang siap bekerja di luar negeri.

"Seperti untuk kesehatan nih, kita ada di Institut Kesehatan Deli Husada, ini luar biasa. Karena banyak lulusan sini tuh bahkan sudah mengisi untuk yang peluang di luar negeri untuk G to G (Government to Government)," katanya.

Kepala BP3MI Sumatera Utara Kombes Pol Budi Novijanto mengatakan pihaknya juga menggandeng sejumlah lembaga vokasi di daerah untuk meningkatkan kapasitas calon pekerja migran.

"Untuk BP3MI Sumatra Utara dalam hal ini untuk mendukung kegiatan program SMK Go Global, itu bekerja sama dengan beberapa lembaga vokasi dalam rangka untuk melakukan peningkatan kapasitas," ujar Budi.

Menurutnya, peningkatan kompetensi diharapkan membuat calon pekerja migran memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan negara tujuan.

Sementara itu, Rektor Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua Johannes Sembiring mengatakan pihaknya telah memberangkatkan tenaga kesehatan untuk bekerja di luar negeri sejak 2008.

Johannes menyebut lebih dari 1.000 lulusan dari Deli Husada dan Medistra telah berkarier di berbagai negara, terutama Jepang dan Arab Saudi. Belakangan, sejumlah lulusan juga disebut bekerja di Jerman.

"Jumlah semua terdeteksi sekitar 1.000 orang lebih dari Deli Husada dan Medistra. Terbanyak ke Jepang dan ke Arab Saudi, terakhir ini ke Jerman," ungkap Johannes.

Dia mengatakan kesempatan bekerja di luar negeri juga memberikan dampak ekonomi bagi para pekerja dan keluarga mereka. Salah satunya tenaga kesehatan yang bekerja di Jerman disebut dapat memperoleh penghasilan sekitar Rp38 juta per bulan.

"Tenaga kesehatan di Jerman memperoleh Rp38 juta per bulan. Orang tuanya di kampung sangat bersyukur. Kami ini menolong orang-orang supaya bisa lebih makmur hidupnya di samping devisa kepada negara," pungkasnya.

Melalui program "SMK Go Global", pemerintah berharap semakin banyak calon pekerja migran Indonesia memiliki keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar internasional. Sosialisasi juga diarahkan untuk memberikan informasi mengenai peluang kerja luar negeri secara aman dan sesuai ketentuan.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
"Bukan Anak Menteri Lagi, Bebas Asbun!" Anak Purbaya Sentil Keras Gaji Kecil, Kerja Nonstop, hingga Singgung Bawahan Korup
Sentil Pedas Mahfud MD! Sebut Purbaya Lemah Komunikasi hingga Bongkar Kebijakan Whoosh yang Berubah Haluan
Dari Suntikan Rp200 Triliun ke Bank BUMN hingga Tunda Kenaikan Cukai Rokok, Ini Warisan Kebijakan Purbaya Setahun Pimpin Kemenkeu
Wanti-Wanti Prabowo! Amien Rais Bongkar Isu 'Makar Besar' hingga Pertanyakan Loyalitas Aparat di Tengah Dinamika Politik Jokowi
Banding Kasus Korupsi Aset PTPN I untuk Citraland Tak Memenuhi Syarat, Kejati Sumut Buka Suara
Atap Stadion Utama Sumut Disebut Rusak dan Dibiarkan, Dispora Sumut Buka Suara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru