Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Ummat Amien Rais mengingatkan Presiden Prabowo Subianto untuk mencermati dinamika politik yang berkembang di sekitar Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Dia menilai eskalasi politik yang melibatkan pendukung Jokowi berpotensi menimbulkan gejolak.
Amien menyoroti sejumlah pernyataan politik yang belakangan muncul, termasuk ucapan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan Pemilu 2029 dipercepat.
"Nah, omongan Budi Arie yang tidak begitu cerdas, didampingi Jokowi, bahwa kalau bisa pilpres dipercepat tidak usah menunggu tahun 2029, saya merasa itu sangat mengerikan," kata Amien melalui kanal YouTube pribadinya, dikutip Selasa (15/9/2026).
Baca Juga:
Pernyataan Budi Arie tersebut sebelumnya memicu polemik. Budi kemudian memberikan klarifikasi dan meminta maaf kepada pihak yang merasa tidak nyaman. Dia mengatakan pernyataan mengenai percepatan pemilu merupakan pandangan atau insting pribadinya, bukan informasi mengenai rencana resmi untuk mempercepat Pemilu 2029.
Namun, Amien tetap menilai pernyataan tersebut serius. Dia bahkan menyebut muncul dugaan di tengah masyarakat mengenai adanya rencana "makar besar" yang dikaitkan dengan Jokowi.
"Sehari kemudian penjahat judol ini minta maaf, tetapi tidak ada gunanya. Karena masyarakat sudah menyimpulkan ada makar besar yang sudah disiapkan Jokowi," ujar Amien.
Amien juga mengaitkan dinamika politik tersebut dengan kemungkinan munculnya kembali gerakan massa atau people power. Dia merujuk pada peristiwa Reformasi 1998 yang berujung pada mundurnya Presiden Soeharto setelah tekanan politik dan demonstrasi besar-besaran.
Menurut Amien, situasi politik dapat berkembang di luar kendali apabila terjadi rekayasa politik oleh kelompok tertentu.
"Tetapi kalau kondisi dan situasinya makin keruh akibat political engineering para pendukung Jokowi yang kebelet ingin berkuasa kembali, perkembangan di lapangan bisa lepas kendali," katanya.
Dalam pernyataannya, Amien juga melontarkan kritik keras terhadap Jokowi dan menilai mantan wali kota Solo tersebut memiliki ambisi kekuasaan yang besar.
"Jokowi adalah sosok politik yang haus dan lapar kekuasaan tanpa batas," ujar Amien.
Selain membahas Jokowi, Amien mempertanyakan sikap Prabowo terhadap dua institusi keamanan negara, yakni Polri dan TNI. Dia menyinggung keputusan Prabowo yang menurut pandangannya belum mengganti Kapolri dan Panglima TNI.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.