BREAKING NEWS
Senin, 28 September 2026

Pemprov Sumut Siapkan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar, Ini 5 Kabupaten Penerimanya

Adelia Syafitri - Senin, 28 September 2026 16:45 WIB
Pemprov Sumut Siapkan 33 Bus Perintis Gratis untuk Pelajar, Ini 5 Kabupaten Penerimanya
Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan. (foto: Dok. Diskominfo Sumut)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Dinas Perhubungan Sumatera Utara menyiapkan 33 unit bus perintis untuk melayani masyarakat di lima kabupaten pada 2026.

Layanan tersebut ditujukan untuk memperkuat konektivitas masyarakat di wilayah terpencil, tertinggal, terluar, dan perbatasan (3TP), sekaligus menyediakan transportasi gratis bagi pelajar.

Kepala Dinas Perhubungan Sumut Yuda Pratiwi Setiawan mengatakan, program tersebut dijadwalkan mulai diluncurkan paling cepat pekan depan di Kabupaten Asahan.

Baca Juga:

Peluncuran direncanakan dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution.

Lima kabupaten yang menjadi sasaran tahap awal program ini adalah Nias Utara, Samosir, Batubara, Padang Lawas Utara, dan Asahan.

"Program bus perintis ini merupakan program strategis daerah (PSD) yang dicanangkan bapak Gubernur Sumut tujuannya untuk membantu masyarakat, terutatama pelajar di daerah tertinggal yang jauh jarak domisilinya dari sekolah, kita berikan transportasi gratis untuk datang dan pulang dari sekolah," ucapnya, Senin (28/9/2026).

Yuda mengatakan, pembagian bus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.

Empat kabupaten, yakni Samosir, Padang Lawas Utara, Batubara, dan Asahan, masing-masing mendapatkan enam unit bus.

Sementara itu, Nias Utara mendapat sembilan unit bus. Dengan demikian, total kendaraan yang disiapkan pada tahap awal mencapai 33 unit.

"Bus yang beroperasi di Asahan, Batubara, Padang Lawas Utara jenisnya bus Hiace, untuk Samosir bus L kecuali Nias Utara karena di sana tidak punya angkutan transportasi yang eksisting maka menggunakan mobil Carry," kata Yuda.

Jenis kendaraan tersebut disesuaikan dengan kondisi transportasi di masing-masing wilayah.

Khusus Nias Utara, kendaraan yang digunakan adalah mobil Carry karena daerah tersebut belum memiliki angkutan transportasi yang tersedia.

Yuda menjelaskan, program bus perintis tidak hanya diperuntukkan bagi lima kabupaten.

Pemerintah Provinsi Sumut menargetkan layanan tersebut secara bertahap menjangkau 18 kabupaten/kota yang masuk dalam wilayah prioritas.

Penentuan wilayah tersebut didasarkan pada kajian Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).

Dari 33 kabupaten/kota di Sumut, terdapat 18 daerah yang dinilai membutuhkan layanan tersebut.

"Daerah yang menjadi prioritas ini didasarkan dari kajian Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), dari 33 kabupaten/kota ada 18 daerah yang dinilai tertinggal di Sumut dan tahun ini kami fokuskan untuk lima kabupaten dulu," katanya.

Program tersebut akan dilaksanakan secara bertahap. Pada 2027, layanan ditargetkan berlanjut di 10 daerah.

Kemudian 15 daerah pada 2028, dan pada 2029–2030 ditargetkan menjangkau 18 daerah prioritas.


"Dengan tahapan tersebut, seluruh wilayah yang menjadi prioritas akan mendapat layanan bus perintis,"jelasnya.

Untuk mendukung operasional program, setiap kabupaten dialokasikan anggaran Rp600 juta selama satu tahun.

Anggaran tersebut digunakan untuk membeli layanan bus perintis dengan jarak pelayanan hingga 60 kilometer per hari.

"Dengan tahapan tersebut, seluruh wilayah yang menjadi prioritas akan mendapat layanan bus perintis,"jelasnya.

Yuda menjelaskan, pemerintah tidak membeli ataupun menyewa kendaraan secara langsung.

Skema yang digunakan adalah membeli layanan transportasi melalui kerja sama dengan operator transportasi daerah atau pihak ketiga.

"Operasionalnya dilaksanakan bekerja sama dengan operator transportasi daerah atau pihak ketiga. Untuk program bus perintis ini, kita tidak menyewa atau membeli busnya, kita hanya membeli pelayanannya bekerjasama dengan operator, sama sistemnya seperti BRT, dalam sehari pelayanannya 60 Km," jelas Yuda.

Peluncuran program bus perintis direncanakan paling cepat pada pekan depan di Kabupaten Asahan.

Program tersebut diharapkan dapat membantu pelajar yang selama ini menghadapi kendala transportasi untuk pergi dan pulang sekolah.

"Rencana akan kita launching paling cepat minggu depan di Asahan. Mudah-mudahan program ini bisa membantu pelajar yang selama ini mengalami kendala untuk menjangkau transportasi dari rumah ke sekolah," jelasnya.

Program ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Sumut memperluas akses transportasi bagi masyarakat di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan layanan angkutan, terutama bagi pelajar yang harus menempuh jarak cukup jauh menuju sekolah.* (tm/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Cabai Merah Melonjak 50 Persen, Inflasi Sumut September Diprediksi Tembus 0,3 Persen
Bobby Nasution Bawa Kabar Baik untuk Mahasiswa UMSU, Siapkan Beasiswa Khusus dan Dukung Pembangunan Kampus IV
Lapas Labuhan Ruku Dorong Kemandirian Warga Binaan Lewat Beragam Kegiatan Kerja
Vonis 7 Tahun Tak Diterima, 3 Eks Pejabat Inalum dan Bos PASU Ajukan Banding di Kasus Korupsi Aluminium Alloy Rp141 M
Cuaca Sumut Hari Ini 28 September: Hujan Ringan Mendominasi, Padang Sidempuan Hujan Sedang
Sabet Rekor MURI 15 Ribu Vaksinasi, Wagub Sumut Deklarasikan Bebas Rabies 2030 dan Jamin Stok Aman
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Praperadilan dalam KUHAP 2026

Praperadilan dalam KUHAP 2026

Oleh Dr Taqwaddin Husin, S.H., S.E., M.S.AKHIRakhir ini marak pemberitaan secara nasional terkait Praperadilan. Terhadap hal tersebut bany

OPINI