BREAKING NEWS
Rabu, 14 Oktober 2026

Menkop Ferry Juliantono Kukuhkan Rektor IKOPIN, Siap Buka-bukaan 6 Jurus Baru Kampus

gusWedha - Rabu, 14 Oktober 2026 08:07 WIB
Menkop Ferry Juliantono Kukuhkan Rektor IKOPIN, Siap Buka-bukaan 6 Jurus Baru Kampus
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengukuhkan Prof. Yudi Azis sebagai Rektor Universitas Koperasi Indonesia untuk periode 2026-2031. Pengukuhan yang berlangsung di Kampus IKOPIN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (13/10/2026). (Foto: ist/
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JATINANGOR - Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengukuhkan Prof. Yudi Azis sebagai Rektor Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN University) untuk periode 2026-2031. Pengukuhan yang berlangsung di Kampus IKOPIN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa (13/10/2026), menjadi momentum untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia dan gerakan koperasi nasional.

Ferry mengatakan, memimpin IKOPIN bukan tugas ringan. Kampus tersebut membutuhkan revitalisasi melalui pembaruan strategi, penguatan kelembagaan, serta sinergi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.

Menurutnya, penguatan IKOPIN sejalan dengan agenda Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan di Indonesia.

Baca Juga:

Pemerintah, kata Ferry, mendukung program yang akan dijalankan rektor baru agar IKOPIN mampu mencetak sumber daya manusia koperasi yang profesional dan siap menghadapi perkembangan zaman.

IKOPIN Didorong Jadi Mitra Strategis Kementerian Koperasi

Ferry menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan gerakan koperasi untuk mempercepat transformasi ekosistem koperasi nasional.

IKOPIN dinilai memiliki posisi strategis dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, inovasi, serta pencetakan kader koperasi yang memahami tata kelola organisasi dan bisnis secara profesional.

Ia juga mendorong kerja sama yang lebih erat antara IKOPIN University, Kementerian Koperasi, dan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin).

"IKOPIN University harus menjadi teman perjuangan dari Kementerian Koperasi dan jadi teman perjuangan dari Dewan Koperasi Indonesia," kata Ferry.

Menurutnya, pengembangan koperasi perlu diarahkan untuk memperkuat ekonomi berbasis masyarakat, memberikan manfaat bagi anggota, dan meningkatkan kemandirian ekonomi nasional.

Perguruan tinggi juga diharapkan berperan sebagai pusat pemikiran strategis atau think tank yang menghasilkan penelitian, gagasan, dan rekomendasi bagi pengembangan kebijakan serta gerakan koperasi.

Ferry berharap kepemimpinan baru dapat membawa perubahan nyata dalam lima tahun ke depan.

"Pada tahun 2031, saya membayangkan IKOPIN University ini sudah berbeda jauh dengan yang sekarang. Termasuk juga dengan sinergi bersama Kementerian Koperasi, Dekopin dan dengan koperasi-koperasi yang lain-lainnya," ujarnya.

Yudi Azis Siapkan 6 Pilar Transformasi IKOPIN

Dalam sambutannya, Prof. Yudi Azis menyebut IKOPIN memiliki modal penting untuk menjalankan transformasi. Modal tersebut meliputi identitas sebagai perguruan tinggi koperasi, warisan kelembagaan, sumber daya manusia berpengalaman, serta jejaring dengan pemerintah, akademisi, industri, alumni, dan gerakan koperasi.

Namun, menurut Yudi, keunggulan historis itu perlu diubah menjadi keunggulan bersaing atau competitive advantage yang memberikan hasil nyata bagi kampus dan masyarakat.

"Karena itu, arah strategis sederhana yaitu IKOPIN University harus mengubah keunggulan historis di bidang koperasi menjadi competitive advantage, keunggulan bersaing yang menghasilkan mahasiswa, menghasilkan revenue, menghasilkan reputasi, dan yang tidak kalah lebih penting adalah menghasilkan dampak bagi koperasi Indonesia," kata Yudi.

Untuk mewujudkan target tersebut, IKOPIN University menyiapkan enam pilar strategis transformasi.

Pertama, financial sustainability, yakni memperkuat keberlanjutan keuangan kampus agar memiliki fondasi pembiayaan yang sehat.

Kedua, student growth and experience, dengan meningkatkan jumlah mahasiswa sekaligus memperbaiki kualitas pengalaman belajar dan layanan akademik.

Ketiga, academic excellence, yang berfokus pada peningkatan mutu pendidikan, kapasitas dosen, riset, serta relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Keempat, digital and campus transformation, melalui pengembangan teknologi digital dan pembenahan pengelolaan kampus untuk meningkatkan efisiensi serta kualitas pelayanan.

Kelima, cooperative ecosystem and leadership, yaitu memperkuat ekosistem koperasi melalui riset terapan, pengembangan kepemimpinan, dan pembinaan sumber daya manusia.

Keenam, partnership and revenue growth, dengan memperluas kemitraan dan meningkatkan pendapatan untuk mendukung keberlanjutan pengembangan institusi.

Keenam pilar tersebut diharapkan dapat menghubungkan peningkatan mutu akademik, pengalaman mahasiswa, keberlanjutan keuangan, dan kontribusi nyata terhadap sektor koperasi.

IKOPIN Diminta Berperan Aktif dalam Kebangkitan Koperasi

Yudi menegaskan, IKOPIN tidak boleh hanya menjadi pengamat ketika gerakan koperasi Indonesia berupaya memperkuat posisinya dalam perekonomian nasional.

"IKOPIN tidak boleh hanya menjadi pengamat dari kebangkitan koperasi Indonesia, IKOPIN harus menjadi bagian dari kebangkitan tersebut," tegasnya.

Menurut Yudi, peran tersebut dapat diwujudkan melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan kerja sama yang menjawab kebutuhan nyata koperasi.

IKOPIN diharapkan mampu mengembangkan kompetensi sumber daya manusia, model bisnis koperasi yang adaptif, tata kelola profesional, serta hasil penelitian yang dapat diterapkan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas pengelolaan koperasi.

Kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, koperasi, dan lembaga terkait juga diharapkan membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman praktis sekaligus membangun jejaring profesional.

Pengukuhan Yudi Azis turut dihadiri Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Ketua Umum Pengurus Yayasan Pendidikan Koperasi Muhammad Taufiq, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto, Anggota Dewan Pengawas LPDB Koperasi Ichita Meilandany Puspa, Direktur Komersial Bank BRI Alexander Dippo Paris, pimpinan IKOPIN University, serta perwakilan gerakan koperasi Indonesia.

Keberhasilan kepemimpinan baru IKOPIN akan ditentukan oleh kemampuan menjalankan enam pilar tersebut melalui program terukur, memperkuat kualitas akademik, menjaga keberlanjutan kampus, serta menghasilkan manfaat bagi gerakan koperasi dan masyarakat Indonesia.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Curhat Prabowo: Penduduk RI Ratusan Juta, Tembus Piala Dunia Saja Tak Mampu
Tugu Bersejarah Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi, Menkop: Presiden Tak Ingin Ekonomi Melenceng ke Arah Sistem yang Terlalu Liberal dan Kapitalistik
Harkopnas ke-79 Jadi Titik Awal Kebangkitan Koperasi Modern, Menkop Ferry Ajak Gen Z Bangun Ekonomi Indonesia
Sekda Aceh Ikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat I LAN RI, Siapkan Pemimpin Birokrasi yang Adaptif
Sekda Aceh Sambangi Praja IPDN Asal Aceh di Jatinangor, Perkuat Komitmen Membangun SDM Unggul
Enam Pekerja Tertimbun Tanah Longsor di Sumedang, 4 Meninggal
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru