Asap Berbahaya Masih Menyelimuti Lokasi Kebakaran, Rico Waas Minta Warga Segera Mengungsi
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung meninjau lokasi kebakaran pabrik plastik dan mainan di Jalan Ladang, Gang Pe
PEMERINTAHAN
Jakarta – Peristiwa yang menimpa mantan juara UFC kelas ringan, Khabib Nurmagomedov, diusir dari penerbangan Frontier Airlines menuai sorotan tajam dan menjadi tamparan bagi maskapai penerbangan di Amerika Serikat. Insiden tersebut menyoroti kembali isu diskriminasi yang masih terjadi dalam pelayanan transportasi udara di negara tersebut.
Kejadian itu viral di media sosial setelah Khabib diusir dari penerbangan berbiaya rendah Frontier Airlines pada 11 Januari 2025, dalam rute Las Vegas menuju San Francisco. Menurut pihak maskapai, Khabib dianggap menolak mematuhi instruksi awak kabin untuk duduk di dekat pintu keluar darurat. Namun, Khabib merasa diperlakukan tidak adil dan menilai peristiwa tersebut sebagai tindakan diskriminatif.
Awak kabin disebut-sebut mempermasalahkan kemampuan bahasa Inggris Khabib. Komentator UFC, Jon Anik, turut angkat bicara terkait insiden tersebut. Dalam akun YouTube pribadinya, Jon mengkritik keras pelayanan maskapai penerbangan Amerika Serikat yang dianggap jauh tertinggal dibandingkan maskapai internasional dalam hal keramahan dan pelayanan penumpang.
“Saya sangat tidak suka cara Khabib diperlakukan oleh awak kabin. Frontier Airlines dan maskapai-maskapai di Amerika Serikat secara umum memiliki perbandingan yang sangat jauh soal keramahan jika dibandingkan dengan maskapai internasional,” ujar Jon Anik. Jon juga menyinggung perilaku Transportation Security Administration (TSA), yang menurutnya kerap memperlakukan penumpang dengan sewenang-wenang.
Ia menilai bahwa kejadian seperti ini merusak citra maskapai penerbangan Amerika Serikat. Frontier Airlines, yang telah beroperasi sejak 1994, dikenal sebagai salah satu maskapai penerbangan dengan tarif rendah di Amerika Serikat. Maskapai ini melayani rute domestik serta penerbangan ke Meksiko dan Karibia. Namun, citra perusahaan tersebut memang tidak sepenuhnya positif.
Berdasarkan laporan Forbes tahun 2023, Frontier Airlines dinobatkan sebagai maskapai dengan jumlah komplain terbanyak di Amerika Serikat. Data dari Office of Aviation Consumer Protection (OACP) menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2023, tercatat 61.233 komplain dari penumpang terkait berbagai maskapai di Amerika Serikat. Frontier Airlines menerima porsi terbesar dengan 30 persen dari total pengaduan tersebut.
Di tingkat global, maskapai-maskapai asal Amerika Serikat kerap tertinggal dalam hal peringkat pelayanan terbaik. Laporan dari ajang penghargaan Skytrax menempatkan maskapai-maskapai Asia dan Timur Tengah, seperti Singapore Airlines, Qatar Airways, dan Emirates, di posisi puncak. Maskapai asal AS jarang sekali masuk dalam daftar 10 besar maskapai terbaik dunia.
(christie)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung meninjau lokasi kebakaran pabrik plastik dan mainan di Jalan Ladang, Gang Pe
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan apresiasi kepada Maluku Medan Bersatu (MMB) yang telah menunjukkan kepedulian so
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea angkat bicara terkait berbagai kritik yang belakangan diarahkan kepada Sekretaris Kabinet (
NASIONAL
MONTERREY Timnas Jepang tampil perkasa saat menghadapi Tunisia pada laga Grup F Piala Dunia 2026. Samurai Biru sukses meraih kemenangan te
OLAHRAGA
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero) tetap dalam k
NASIONAL
DAIRI Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Nasional SidikalangMedan, tepatnya di Dusun Invaliden, Desa Peg
PERISTIWA
JAKARTA Polemik posisi partai penyeimbang yang disematkan kepada PDI Perjuangan kembali memanas di ruang politik nasional. Sejumlah el
POLITIK
BANDA ACEH Satu korban insiden ledakan di Kapal Aceh Hebat (AH) 2, Fakhri Herdieco, meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di
PERISTIWA
MEDAN Kebakaran pabrik plastik dan mainan di kawasan Medan Johor, Kota Medan, hingga Minggu (21/6/2026) siang masih belum sepenuhnya pad
PERISTIWA
JAKARTA Tiga negara dipastikan sudah lebih dulu mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menyelesaikan matchday kedu
OLAHRAGA