Dapil Nasional: Jangan Paksa Semua Politisi Bertarung di Daerah
OlehDody Wijaya. REVISI UndangUndang Pemilu kembali dibahas. Komisi II DPR mulai menghimpun masukan publik. Seperti biasa, isu yang langsu
OPINI
SUKABUMI -Sebuah insiden menegangkan melanda Kampung Sundawenang, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi ketika seorang babi hutan bertaring panjang menyebabkan kegemparan dan kekhawatiran di kalangan warga setempat. Kejadian ini mencatatkan babi liar tersebut sebagai pusat perhatian setelah berkeliaran di sekitar permukiman, menimbulkan ancaman bagi kebun-kebun warga dan bahkan merusak properti.
Babi hutan berwarna hitam dengan taring panjang yang menakutkan pertama kali ditemukan pada Sabtu (22/6/2024). Kejadian menghebohkan ini membuat warga merasa terganggu, terutama karena babi tersebut terlihat mencari makanan dan kemungkinan turun dari kawasan perbukitan sekitar. Kehadirannya yang tidak biasa menimbulkan kepanikan ketika ia tiba-tiba menjebol plafon kios warga di pinggir jalan raya.
Hingga pada Senin (24/6/2024), upaya penangkapan terhadap babi hutan tersebut akhirnya berhasil dilakukan setelah melibatkan tiga orang pemburu dan belasan ekor anjing. Hendi, seorang warga setempat, menjelaskan bahwa babi itu akhirnya tertangkap di dalam kebun bambu setelah berusaha melarikan diri ke jalan raya dan terjebak dalam sebuah jaring kawat.
“Para pemburu mengikatnya dengan kayu panjang dan mengamankan keempat kakinya. Meskipun dalam kondisi hidup, babi itu dibawa ke Cibadak untuk ditindaklanjuti lebih lanjut,” ujar Hendi.
Salah seorang pemburu, Abi Saepul (50), mengungkapkan bahwa mereka mendapat permintaan tolong dari warga setempat untuk menangkap babi tersebut yang dinilai sebagai ancaman bagi keamanan lingkungan. Bersama dengan rekan-rekannya, mereka melakukan pengejaran selama satu jam sebelum akhirnya berhasil menangkap babi hutan itu.
“Diperkirakan babi tersebut turun ke permukiman karena kelaparan dan mencari makanan. Kehadirannya bukan hanya merusak kebun warga, tetapi juga membahayakan keselamatan penduduk sekitar,” tambah Abi.
Kejadian ini menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap interaksi manusia dengan habitat liar, serta perlunya langkah-langkah preventif untuk mengurangi konflik antara hewan liar dan manusia. Warga dan pihak berwenang diminta untuk tetap waspada dan menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan di sekitar mereka.
Kisah dramatis penangkapan babi hutan bertaring ini mengingatkan kita akan kompleksitas hubungan antara manusia dan alam, serta pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem agar konflik semacam ini dapat diminimalkan. Melalui peristiwa ini, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya konservasi alam dan perlindungan terhadap satwa liar demi keberlangsungan hidup bersama yang harmonis.
(N/014)
OlehDody Wijaya. REVISI UndangUndang Pemilu kembali dibahas. Komisi II DPR mulai menghimpun masukan publik. Seperti biasa, isu yang langsu
OPINI
JAKARTA Sholat istikharah merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam ketika dihadapkan pada pilihan atau kebimbang
AGAMA
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan praktik korupsi dalam pengadaan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy T
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang tergabung bersama LSM Perisai menggelar aksi demonstrasi di kawasan Patung Kuda,
PERISTIWA
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Jumat, 10 April 2026. Pada pukul 09.01 WIB, indeks tercatat nai
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada perdagangan Jumat, 10 April 2026. Kenaikan ini meng
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah di pasar nondeliverable forward (NDF) masih menunjukkan tekanan pada perdagangan awal, Jumat, 10 April 2026. R
EKONOMI
JAKARTA Bank Negara Indonesia (BNI) kembali menghadirkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2026 yang menyasar pelaku Usaha Mikro, Kec
EKONOMI
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution berhasil memperjuangkan alokasi dana dari pemerintah pusat sebesar Rp23,32 triliun un
PEMERINTAHAN
MEDAN Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sumatera Utara Kahiyang Ayu mendorong kader PKK di Kabupaten Deli S
PEMERINTAHAN