Presiden Prabowo Perintahkan Pembangunan Hunian Layak bagi Warga Bantaran Rel Senen
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melakukan blusukan di bantaran rel kereta api kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/3), dan menyerap
NASIONAL
BEKASI -Kisah tragis seorang siswi SMP yang diduga dihamili oleh anak seorang oknum polisi telah mencuat ke permukaan, menggugah perhatian masyarakat dan menyorot perlunya keadilan dalam penanganan kasus-kasus semacam ini.
Bayangan kepercayaan yang hancur dan kehidupan yang terhempas menjadi nyata di balik insiden ini. Seorang siswi SMP, yang namanya belum diungkapkan, dengan berani menghadap organisasi bantuan hukum Perisai Kebenaran Nasional di Bekasi, membawa bayi kecil dalam gendongannya sebagai bukti dari tragedi yang menimpanya.
Dalam pengaduannya, siswi SMP itu menceritakan bagaimana dirinya, sebagai seorang remaja yang masih berusia dua belas tahun, diduga dihamili oleh anak seorang oknum polisi. Namun, janji-janji untuk menanggung biaya kebutuhan dan tanggung jawab atas tindakan yang telah dilakukan ternyata hanya berupa angin surga belaka.
Sementara siswi SMP itu berusaha menghadapi konsekuensi dari kehamilannya, lingkungan sekitar tempat tinggalnya juga merasakan getaran dampaknya. Komarudin, seorang Kepala Dusun yang rumahnya berdampingan dengan pabrik tempat kerja para buruh yang terpaksa di-PHK, harus merelakan sebagian dari sumber penghasilannya karena sepi yang menghampiri.
Tidak hanya itu, pemilik usaha katering dan kantin di sekitar pabrik juga mengalami nasib serupa. Usahanya harus tutup dan karyawan-karyawannya dirumahkan setelah pabrik-pabrik yang biasanya menjadi langganan tutup, mengambil langkah drastis untuk mengakhiri operasionalnya.
Dalam pertemuan dengan pihak berwenang, ibu korban dengan tegas menyatakan bahwa oknum polisi tersebut hanya peduli pada aspek materi, sementara aspek kemanusiaan dan moral dikesampingkan. Bahkan, permintaan maaf pun tidak pernah terdengar, dan yang tersisa hanya rasa kecewa dan keputusasaan.
Kisah ini mengekspos ketidakadilan yang terjadi di tengah masyarakat, bahkan di tangan oknum yang seharusnya menjadi penegak hukum. Dengan mengungkap kejadian ini, diharapkan akan ada tindakan yang tegas dan keadilan yang ditegakkan. Kasus ini bukan hanya tentang seorang siswi SMP yang terpinggirkan, tetapi juga tentang pertanggungjawaban moral dan etika dalam pelayanan publik.
(N/014)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melakukan blusukan di bantaran rel kereta api kawasan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/3), dan menyerap
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengalami kurang bayar sebesar Rp50 juta saat melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT
EKONOMI
JAKARTA Tersangka kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke7 RI, Joko Widodo, Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa, mengungkapkan dirinya sem
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah menyiapkan berbagai langkah untuk men
EKONOMI
JAKARTA Harga beberapa komoditas pangan strategis di tingkat pedagang eceran mengalami fluktuasi signifikan. Berdasarkan data Pusat Info
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan menyatakan siap mengikuti rencana Pemerintah Pusat yang akan menerapkan sistem Work From Home (WFH)
PEMERINTAHAN
MEDAN Situasi internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Sumatera Utara kembali memanas. Wakil Ketua PAC PDIP Medan Barat,
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan tidak akan menoleransi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bolos kerja tanpa ke
PEMERINTAHAN
JAKARTA Partai Demokrat menegaskan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, tidak terlibat sebagai koordinator penyebaran i
POLITIK
TAPANULI UTARA Pemerintah pusat mempercepat pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli
PEMERINTAHAN