RUU Perampasan Aset: Komisi III DPR Mulai Penyusunan Naskah Akademik
JAKARTA Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan perkembangan terbaru terkait Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset.
POLITIK
SURABAYA -Sebuah tragedi kelam kembali mengguncang Surabaya, di mana seorang anggota polisi yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat, justru diduga melakukan perbuatan tercela terhadap putri tirinya selama empat tahun lamanya. Berdasarkan keterangan yang diungkapkan oleh Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu M Prasetyo, kasus ini telah masuk dalam proses penyidikan yang intensif. “Korban sudah kami minta keterangan beserta neneknya. Korban ini masih di bawah umur, sehingga didampingi neneknya. Kami sudah proses kasus ini, secepatnya akan kami sampaikan hasilnya,” ujar Iptu Prasetyo.
Kejadian ini menimbulkan kecaman dan rasa tak percaya dari masyarakat Surabaya, terutama karena pelaku adalah seorang oknum polisi yang seharusnya memberikan contoh yang baik dalam menjalankan tugasnya. AKP Haryoko Widhi dari Kasi Humas Polrestabes Surabaya menegaskan bahwa oknum polisi tersebut akan diproses secara profesional dan pidana sesuai dengan hukum yang berlaku. “Untuk kode etik ditangani Propam Polda Jatim. Sementara kasus pidananya oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak,” terang AKP Haryoko.
Dari sisi korban, tragedi ini terungkap setelah sang korban mempercayakan ceritanya kepada kakeknya. N (55), kakek korban, menegaskan bahwa cucunya baru mengungkapkan kejadian ini pada pertengahan bulan puasa. “Cucu saya baru ngomong ke saya pada pertengahan bulan puasa. Langsung saya ajak laporan ke kantor polisi,” ujar N, menunjukkan sikap tegasnya terhadap keadilan.
Pelaporan yang dilakukan oleh kakek korban kemudian diterima oleh pihak kepolisian dengan nomor LP: STPL/B/215/IV/2024/SPKT/Polres Pelabuhan Tanjung Perak/Polda Jatim. “Saya tidak terima cucu saya diperlakukan seperti itu. Saya berharap pelaku dihukum seberat-beratnya. Kalau bisa dipecat (dari kepolisian),” ungkap N dengan penuh kesedihan.
Kasus ini menjadi sorotan publik yang mengingatkan akan pentingnya perlindungan terhadap anak-anak dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan seksual. Keadilan harus menjadi pijakan utama dalam penanganan kasus semacam ini, tanpa pandang bulu terhadap siapa pun pelakunya. Semoga proses hukum yang berjalan dapat memberikan keadilan seutuhnya bagi korban dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku, agar masyarakat kembali percaya pada keadilan yang berlaku di negara ini.
(N/014)
JAKARTA Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengungkapkan perkembangan terbaru terkait Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset.
POLITIK
DENPASAR Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan komitmennya untuk memperkuat regulasi dan perlindungan terhadap sopir transportasi konv
PEMERINTAHAN
BATAM Fandi Ramadhan, Anak Buah Kapal (ABK) asal Belawan, Medan, yang menjadi terdakwa dalam kasus penyelundupan 2 ton sabu, membacakan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, memastikan industri otomotif nasional telah memiliki kapasitas untuk memprodu
EKONOMI
JAKARTA Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, menyampaikan bahwa pihaknya membuka kemungkinan untuk mengundang partai
POLITIK
MANDAILING NATAL Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Warung Kopi Madina menggelar acara syukuran sekaligus buka puasa bersama masyarak
NASIONAL
DENPASAR Pemerintah Provinsi Bali menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait penambahan 3.000 hingga 10.000 unit ta
PEMERINTAHAN
BATUBARA Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., menegaskan pentingnya sinkronisasi perencanaan pembangunan antara pemerint
PEMERINTAHAN
DENPASAR Dugaan tindak pidana penipuan melalui media elektronik terkait event lari bertajuk Multikultural Run resmi dilaporkan ke Polda
HUKUM DAN KRIMINAL
TANJUNG BALAI Wakil Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Fadly Abdina menghadiri acara pemberian santunan anak Yatim sekaligus peresmian The Yat
PENDIDIKAN