Purbaya Yakin Rupiah Bisa Tembus Rp15.000 per Dolar AS, Pelaku Valas Diminta Bersiap
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah dapat kembali menguat hingga mendekati level Rp15.000 per do
EKONOMI
NIAS UTARA -Kisah tragis mengguncang Dusun I Desa Sifaoro’asi, Kecamatan Afulu, Nias Utara, Sumatera Utara, ketika seorang warga setempat, Ama Domi (36), menjadi korban pembunuhan yang diduga dilakukan oleh tetangganya sendiri. Insiden yang terjadi pada hari Kamis (18/4) tersebut menimbulkan keguncangan di tengah-tengah masyarakat setempat.
Peristiwa naas itu bermula dari pertengkaran yang terjadi di depan rumah korban. Saat itu, Ama Domi terlihat sedang mengomel sendiri, dengan dugaan kesal terhadap istrinya, SW alias Ina Domi (40), tanpa diketahui secara pasti penyebabnya. Kejadian ini menjadi awal dari tragedi yang mengguncangkan ketenangan lingkungan tersebut.
Menurut keterangan Kapolsek Lahewa Iptu Sugiabdi, kronologi kejadian memperlihatkan bagaimana sebuah konflik kecil dapat berkembang menjadi peristiwa berdarah. Korban, setelah mengomel di depan rumahnya, melihat istri dan anaknya berlari menuju jalan umum. Hal ini diduga memicu kemarahan Ama Domi yang kemudian mengejar mereka hingga ke atas jembatan Fatela.
Di atas jembatan itulah pertengkaran semakin memanas. Suami dan istri saling berhadapan, namun tidak disangka, terduga pelaku, yang kemudian diidentifikasi sebagai IH, muncul dengan sikap provokatif. “Apakah betul kau berani ama Domi? Saya tidak takut,” teriaknya dengan nada menantang.
Korban, dalam upaya untuk menyelesaikan konflik tersebut, mendekati pelaku dengan menjelaskan bahwa kemarahannya bukan ditujukan kepada pelaku, melainkan kepada istrinya. Bahkan, korban tidak segan-segan meminta maaf atas kejadian tersebut. Namun, tanpa diduga, suasana semakin memanas ketika terduga pelaku tiba-tiba mengambil sebilah parang dari rumahnya.
Dengan tindakan yang gegabah, terduga pelaku langsung membacok Ama Domi di bagian dagu, disusul dengan beberapa bacokan lainnya yang mengakibatkan korban tak berdaya dan tergeletak bersimbah darah. Sang pelaku, setelah melihat hasil dari aksinya, langsung melarikan diri dari tempat kejadian dan hingga saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.
Peristiwa tragis ini menjadi cerminan betapa pentingnya penyelesaian konflik dengan bijak dan tanpa kekerasan. Masyarakat diharapkan untuk lebih memperhatikan pola komunikasi dalam keluarga dan tetangga agar tidak terjadi konflik yang berujung pada kekerasan fisik. Semoga kasus ini segera mendapat penyelesaian hukum yang adil dan pelaku dapat ditangkap secepatnya untuk memulihkan ketenangan di lingkungan tersebut.
(N/014)
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah dapat kembali menguat hingga mendekati level Rp15.000 per do
EKONOMI
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan kepercayaan investor internasional terhadap perekonomian Indonesia masih tet
EKONOMI
JAKARTA CEO BPI Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani mengungkap alasan penunjukan warga negara Au
EKONOMI
JAKARTA Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menolak permohonan banding mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi, dalam kasus gratif
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman memastikan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan otoritas
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menegaskan bahwa susu formula tidak termasuk dalam program Makan Bergizi Gratis
KESEHATAN
MEDAN Kegiatan Kongres V KORNAS GERBRAK yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat akhirnya resmi ditunda. Keputusan tersebu
NASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kebijakan baru terkait devisa hasil ekspor sumber daya alam
EKONOMI
Oleh Dahlan IskanLANGKAH cepat dilakukan. Sehari setelah Presiden Prabowo berpidato darderdor di DPR, sebuah perusahaan baru berdiri. Nam
OPINI
OlehFathul WahidKATANYA, negeri ini sudah reformasi.Ibarat sebuah bus nama trayek diperbarui, nomor bus dicat ulang, slogan ditempel besar
OPINI