BREAKING NEWS
Minggu, 21 Juni 2026

Banjir Bandang dan Longsor Putuskan Akses Jalan di Kecamatan Ambalawi, Bima

Redaksi - Senin, 03 Februari 2025 10:54 WIB
Banjir Bandang dan Longsor Putuskan Akses Jalan di Kecamatan Ambalawi, Bima
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Nusa Tenggara Barat - Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Ahad (2/2) menyebabkan sejumlah akses jalan dan jembatan terputus. Bencana ini juga mengisolasi beberapa desa di wilayah tersebut, membuat evakuasi dan distribusi bantuan menjadi sangat sulit.

Camat Ambalawi mengungkapkan bahwa terdapat antara 8 hingga 9 titik longsor yang menutupi jalur utama antara Kota Bima dan Ambalawi, mulai dari Desa Kole hingga Tolowata. Salah satu lokasi yang terdampak adalah zona 'Sonco Lumba', yang terletak antara Desa Rite dan Tolowata.


Beberapa jembatan yang rusak parah akibat longsor adalah Jembatan Kolo, Jembatan Sapui, dan Jembatan Ujung Kalate, yang merupakan penghubung antara Kota Bima dan Ambalawi. Selain itu, Jembatan Tololai, yang menghubungkan Kecamatan Wera dan Ambalawi, juga turut terputus. Akses jalan Desa Talapiti yang juga terputus menjadi tantangan tersendiri bagi upaya penyelamatan dan pemulihan.

Banjir bandang yang terjadi juga mengakibatkan kerusakan pada beberapa bangunan. Gedung SMP dan SMA Satap Muhammadiyah Rite, serta Gedung Serba Guna (GSG) Desa Tolowata, ambruk akibat terjangan air dan longsor. Dua rumah di Desa Mawu juga terbawa arus banjir. Saat ini, tim reaksi cepat dari Basarnas, BPBD, serta relawan tengah bergerak melakukan pendataan dan evakuasi korban yang terdampak.


Amiruddin, Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Bima, menjelaskan bahwa akses ke Kecamatan Ambalawi dan Wera benar-benar terputus. Relawan yang hendak mengirimkan bantuan logistik dan mengevakuasi korban terpaksa harus melewati jalur ekstrem di Kecamatan Sape, Wera, untuk sampai ke Ambalawi. Kendaraan roda empat tidak bisa melintasi jalur yang rusak, sementara kendaraan roda dua harus melewati reruntuhan jalan dan bebatuan.

Material lumpur dan air yang berasal dari gunung menimbun akses jalan dan jembatan di jalur menuju Tolowata dan Nipa dengan kedalaman mencapai 12 hingga 15 meter, cukup tinggi hingga setinggi betis orang dewasa.

Pihak berwenang dan tim relawan kini bekerja keras untuk mengatasi kendala tersebut dan melanjutkan upaya penyelamatan, pemulihan, serta distribusi bantuan kepada warga yang terdampak bencana.

(antr/n14)

Editor
: BITVonline.com
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru