BREAKING NEWS
Jumat, 17 April 2026

Fenomena Langka! Hujan Jelly Turun di Gorontalo Utara, Warga Heboh

Redaksi - Sabtu, 15 Februari 2025 21:43 WIB
Fenomena Langka! Hujan Jelly Turun di Gorontalo Utara, Warga Heboh
Fenomena hujan berbentuk seperti butiran jelly terjadi sekitar pukul 20.00 WITA, pada Sabtu (15/2/2025) menghebohkan warga di Desa Leyao Kecamatan Tomilito Gorontalo Utara
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

GORONTALO UTARA -Warga Desa Leyao, Kecamatan Tomilito, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, dikejutkan dengan fenomena hujan berbentuk butiran seperti jelly pada Sabtu (15/2) malam sekitar pukul 20.00 WITA. Peristiwa alam yang langka ini membuat masyarakat setempat terheran-heran dan langsung mengabadikan momen tersebut.

Salah seorang warga, Ewan Saputra, mengungkapkan bahwa fenomena itu baru disadari setelah beberapa saat hujan turun. Namun, alih-alih air biasa, yang terlihat justru butiran lembek menyerupai agar-agar memenuhi pekarangan rumah dan jalan.

"Kami semua kaget dan penasaran, ada yang mengambil wadah untuk menampungnya, sementara sebagian besar warga memilih merekam kejadian tersebut karena ini pertama kalinya terjadi di desa kami," ujar Ewan kepada wartawan, Minggu (16/2).

Hujan Jelly Turun Selama 30 Menit

Fenomena aneh ini berlangsung sekitar 30 menit dengan intensitas hujan yang cukup deras. Namun, belum diketahui apakah hujan jelly ini hanya terjadi di satu lokasi di Dusun Ato Atas atau meluas ke wilayah lain di desa tersebut, mengingat kejadian berlangsung pada malam hari.

"Bentuknya lembek dan terasa lembut saat disentuh, seperti agar-agar. Tetapi warga memilih menghindar agar tidak terkena langsung," tambahnya.

Hingga saat ini, belum ada penjelasan ilmiah mengenai penyebab fenomena hujan jelly tersebut. Beberapa dugaan menyebutkan kemungkinan adanya reaksi kimia tertentu di atmosfer atau fenomena meteorologi langka yang belum teridentifikasi dengan jelas.

Fenomena Langka, Perlu Kajian Ilmiah

Para ahli dan pihak terkait diharapkan segera melakukan penelitian lebih lanjut guna mengungkap penyebab fenomena ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta pakar lingkungan kemungkinan akan meneliti apakah fenomena ini berkaitan dengan kondisi cuaca ekstrem atau dampak dari partikel tertentu di udara.

Fenomena serupa sebelumnya juga pernah dilaporkan di beberapa negara dan dikenal dengan istilah "hujan gelatin" atau "star jelly". Namun, hingga kini belum ada kesimpulan pasti mengenai asal-usul material yang turun bersama hujan tersebut.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan kejadian serupa kepada pihak berwenang guna mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

(at/a)

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru