Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
BEKASI -Banjir yang melanda Kota Bekasi pada Selasa (4/3/2025) tercatat sebagai banjir terparah dalam sejarah kota ini.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengungkapkan bahwa kejadian kali ini jauh di luar prediksi dan memiliki dampak yang sangat besar bagi warga dan seluruh kota.
"Banjir ini paling parah, bukan hanya untuk warga, tetapi juga untuk Kota Bekasi. Ini di luar prediksi," ujar Tri Adhianto saat melakukan pemantauan di kawasan Pondok Gede Permai, Selasa pagi.
Banjir Terjadi Secara Bertahap Sejak Malam Hari
Menurut Tri, tanda-tanda peningkatan ketinggian air mulai terlihat sejak Senin (3/3/2025) malam. Tim pemantauannya terus memonitor situasi di pintu air hingga pukul 01.30 WIB pada Selasa dini hari.
"Pada pukul 02.00 WIB, ketinggian air hampir mencapai 600 cm, padahal biasanya level tertinggi hanya 560 cm," kata Tri. Puncaknya, pada pukul 04.10 WIB, air mencapai ketinggian 800 hingga 820 cm.
Air Pasang dan Banjir yang Meluas
Tri menjelaskan bahwa salah satu penyebab utama terjadinya banjir parah ini adalah air pasang dari laut yang menyebabkan air bergerak lambat menuju laut.
Hal ini membuat genangan air tidak cepat surut, memperburuk dampak banjir. Tri juga mengungkapkan bahwa tujuh dari dua belas kecamatan di Kota Bekasi terdampak, antara lain Jatiasih, Bekasi Selatan, Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bantar Gebang, Pondok Gede, dan Rawa Lumbu.
Sementara itu, lima kecamatan lainnya, yaitu Jati Sampurna, Bekasi Barat, Medan Satria, Mustika Jaya, dan Pondok Melati, tidak mengalami dampak banjir.
Dampak Banjir: Ribuan Warga Mengungsi dan Kerusakan Infrastruktur
Banjir yang terjadi pada Selasa (4/3/2025) mengakibatkan ribuan warga terpaksa mengungsi dari rumah mereka yang terendam air. Sejumlah kawasan terdampak parah, seperti Bekasi Timur dan Pondok Gede, di mana air mencapai ketinggian yang cukup ekstrem hingga menenggelamkan kendaraan dan rumah penduduk.
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL