BREAKING NEWS
Sabtu, 07 Maret 2026

Waspada! BRIN Ungkap Tiga Badai Tandingan Tornado di Indonesia

Adelia Syafitri - Sabtu, 08 Maret 2025 22:41 WIB
Waspada! BRIN Ungkap Tiga Badai Tandingan Tornado di Indonesia
Banjir merendam perumahan Pondok Gede Permai, Jatirasa, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/3/2025).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Indonesia kini tengah menghadapi potensi cuaca ekstrem setelah ditemukan tiga badai multisel yang dapat mempengaruhi sejumlah wilayah hingga akhir pekan ini.

Berdasarkan penjelasan dari Pakar Klimatologi BRIN, Erma Yulihastin, badai multisel ini terdiri dari awan-awan Cumulonimbus (Cb) atau yang dikenal dengan badai guruh.

Badai multisel masuk dalam kategori badai dahsyat, setara dengan tornado dan puting beliung.

Ketiga badai tersebut terdeteksi di beberapa wilayah, yaitu Sumatera Selatan, Jawa Barat-Banten, serta Jawa Tengah-Timur.

Melalui pengamatan radar, diketahui bahwa badai multisel di Jawa Barat-Banten dan Jawa Tengah-Jawa Timur merupakan gabungan antara klaster dan garis, sedangkan di Sumatera Selatan, badai multisel ini terbentuk dalam bentuk klaster.

Erma Yulihastin menjelaskan, badai multisel ini dipicu oleh pergerakan dan pertumbuhan vortex yang berpotensi menjadi bibit siklon di Samudra Hindia.

"Badai ini dapat mengakumulasi awan dan hujan yang kemudian dipindahkan dari Samudra Hindia ke wilayah Sumatera, yang kemudian menjalar ke Jawa, termasuk Jabodetabek," katanya, Sabtu (8/3/2025).

Awan yang terbentuk ini bukanlah awan tunggal, melainkan berklaster atau multisel, dan dampaknya berpotensi meluas ke perairan selatan Jawa.

Keberadaan vortex atau Bibit Siklon Tropis 98S di wilayah tersebut dengan kecepatan 35 km/jam juga turut memperparah potensi cuaca ekstrem.

Menurut Erma, meskipun potensi siklon tropis rendah, bibit siklon ini dapat mempengaruhi daratan dengan mentransportasi kelembaban dari Samudra Hindia menuju wilayah Sumatera dan Jawa.

Gelombang Kelvin dan Roseby yang bertemu di Selat Sunda, tepatnya di Sumatera Selatan dan Jawa Barat, juga berperan dalam memperburuk cuaca ekstrem ini.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru