BREAKING NEWS
Sabtu, 21 Februari 2026

Embung Blembeng Kebumen Ambles, Air Habis Setelah 28 Tahun Tak Pernah Kering

BITVonline.com - Kamis, 12 Desember 2024 15:31 WIB
Embung Blembeng Kebumen Ambles, Air Habis Setelah 28 Tahun Tak Pernah Kering
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Kebumen– Sebuah bangunan konservasi air berbentuk kolam penampung air hujan, atau embung, yang terletak di Desa Watukelir, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, tiba-tiba ambles pada Minggu (8/12/2024) malam. Embung Blembeng, yang dikenal sebagai salah satu sumber air utama bagi masyarakat setempat, mengalami kerusakan pada bagian dasarnya yang ambles sedalam sekitar tiga meter, lebar satu meter, dan panjang sekitar 10 meter.

Kepala Desa Watukelir, Samijo, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa embung yang telah ada selama 28 tahun tersebut, sebelumnya dipenuhi air akibat banjir, namun tiba-tiba amblas. “Iya, embungnya ambles. Sebelumnya banjir, airnya penuh dan melebihi kapasitas embung, lalu tiba-tiba ambles di tengahnya,” ujar Samijo, Kamis (12/12/2024).Kejadian ini sempat mengagetkan warga sekitar. Embung yang tidak pernah kering selama lebih dari dua dekade tersebut kini kehilangan seluruh isinya. Samijo menambahkan bahwa selama bertahun-tahun, embung tersebut menjadi tempat penampung air yang sangat berguna, bahkan dimanfaatkan untuk keperluan wisata lokal. “Embung ini memang digunakan untuk wisata kecil-kecilan di desa kami. Tak pernah kering selama 28 tahun, baru kali ini airnya habis,” katanya.

Peristiwa amblesnya embung ini juga menimbulkan suara keras yang terdengar saat air yang ada di dalam embung mengalir masuk ke dalam lubang yang terbentuk akibat amblesnya dasar embung. Namun, meskipun kejadian ini mengundang perhatian, Samijo memastikan bahwa hal itu tidak mempengaruhi aktivitas warga. Justru, ia menilai bahwa embung yang meluap saat banjir sering membawa lumpur ke jalan, yang justru bisa berisiko bagi keselamatan warga.”Kalau sedang banjir, dalamnya sekitar 8-10 meter. Warga di sekitar tidak terpengaruh banyak. Malah, embung ini bisa menjadi penyelamat ketika banjir besar. Airnya akan meluap ke jalan aspal dan meninggalkan lumpur,” kata Samijo.Kejadian ini menarik perhatian netizen setelah warga sekitar merekam dan mengunggah video tentang embung yang tiba-tiba kering dan viral di media sosial. Fenomena ini semakin menambah rasa penasaran warga dan masyarakat luas mengenai penyebab pasti dari amblesnya embung yang selama ini menjadi sumber vital bagi desa tersebut. (JOHANSIRAIT)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru