BTN Dukung Swasembada Papan 2045, Dorong Akses Hunian untuk MBR
JAKARTA PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan dukungan terhadap gagasan besar Swasembada Papan 2045 yang dinilai sebaga
EKONOMI
MAKASSAR – Sebuah video yang merekam kejadian tak biasa dalam sebuah ambulans milik Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi, Makassar, viral di media sosial.
Video itu memperlihatkan jenazah pasien ODGJ yang diantar menuju tempat pemakaman didampingi dua pasien ODGJ lainnya, sementara sang sopir kebingungan karena tersesat di wilayah Kabupaten Gowa.
Dalam video yang beredar luas, sopir ambulans mengaku sempat bertanya kepada dua penumpangnya, yang ternyata pasien ODGJ, untuk mencari tahu arah menuju rumah duka.
Bukannya mendapat jawaban, sopir malah disambut tawa oleh keduanya.
"Saya lagi bawa jenazah ini, pasien jiwa meninggal dunia diantar oleh teman-temannya dari RS Dadi Makassar. (Temannya) tadi bilang tahu jalanan, tapi aduh," ucap sopir dalam video tersebut.
RSKD Dadi: Pasien Sudah Pulih, Tidak Ada yang Ditelantarkan
Pihak RSKD Dadi pun angkat bicara terkait video viral tersebut.
Kepala Bidang Humas RSKD Dadi, Abdul Malik, menjelaskan bahwa jenazah yang dibawa merupakan pasien ODGJ yang telah lama telantar dan tidak memiliki keluarga.
"Pasien yang meninggal adalah ODGJ yang telantar dan tidak memiliki keluarga. Kami inisiatif untuk memakamkan secara layak di Kabupaten Gowa," ujar Malik saat dikonfirmasi pada Kamis (12/6).
Menurut Malik, dua orang yang terlihat dalam video adalah sesama pasien ODGJ yang telah dinyatakan stabil dan meminta untuk ikut mengantar jenazah temannya.
Keberangkatan mereka juga didampingi perawat dari rumah sakit.
"Mereka itu temannya, karena dia minta ikut. Tapi statusnya sudah pulih. Kami izinkan karena ada perawat yang ikut," tambahnya.
Sopir Minta Maaf, RSKD Klarifikasi Tak Ada Ambulans Nyasar
Malik menegaskan bahwa informasi soal ambulans yang tersesat tidak sepenuhnya benar.
Ia sendiri mengaku ikut dalam rombongan, namun sempat keluar untuk membeli perlengkapan pemakaman, sementara sopir tetap melanjutkan perjalanan.
"Saya tidak sangka sopir bikin konten seperti itu. Katanya hanya bercanda dan sudah minta maaf. Jadi tidak ada yang nyasar atau telantar," jelas Malik.
Ia memastikan bahwa rumah sakit bertanggung jawab penuh atas pemakaman pasien ODGJ yang meninggal, sebagai bentuk penghormatan dan kemanusiaan terhadap pasien yang tidak memiliki keluarga.
Video tersebut memicu diskusi publik soal etika pelayanan terhadap pasien ODGJ, terutama dalam penanganan jenazah.
Meski niat baik RSKD Dadi diapresiasi, banyak pihak menyoroti tindakan sopir yang merekam dan menyebarkan konten dalam situasi sensitif tersebut.
Pihak rumah sakit menyatakan akan melakukan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang dan pelayanan tetap mengedepankan empati serta profesionalisme.*
(cn/a008)
JAKARTA PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyatakan dukungan terhadap gagasan besar Swasembada Papan 2045 yang dinilai sebaga
EKONOMI
BANDA ACEH SMAN 7 Banda Aceh menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional setelah berhasil memborong lima medali emas, tiga
PENDIDIKAN
TELUK PANJI Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang secara resmi menutup pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) da
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini t
POLITIK
JAKARTA Nilai tukar rupiah diproyeksikan masih akan bertahan di kisaran Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dalam jangka pendek. Tek
EKONOMI
MEDAN PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di wilayah Sumatera Utara (Sumut) telah kembali normal 100 persen setelah sebelumnya t
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan empat tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola izin usaha pertambangan (IUP)
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo kembali menyinggung adanya praktik deep state atau negara dalam negara di lingkung
POLITIK
JAKARTA Badan Legislasi (Baleg) DPR RI meyakini Rancangan UndangUndang (RUU) Satu Data Indonesia dapat menjadi solusi untuk mengatasi p
NASIONAL
KEBUMEN Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan ikatan personalnya dengan Kabupaten Kebumen saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Bu
NASIONAL