DUGAAN SKANDAL MARK-UP MBG: SPPG Tembung 3 Belanja Bahan Baku Harian di Dua Usaha Dagang
MEDAN Tempat belanja kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Tembung 3 yang diduga melakukan mark up harga bahan ba
HUKUM DAN KRIMINAL
MAKASSAR – Sebuah video yang merekam kejadian tak biasa dalam sebuah ambulans milik Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi, Makassar, viral di media sosial.
Video itu memperlihatkan jenazah pasien ODGJ yang diantar menuju tempat pemakaman didampingi dua pasien ODGJ lainnya, sementara sang sopir kebingungan karena tersesat di wilayah Kabupaten Gowa.
Dalam video yang beredar luas, sopir ambulans mengaku sempat bertanya kepada dua penumpangnya, yang ternyata pasien ODGJ, untuk mencari tahu arah menuju rumah duka.
Bukannya mendapat jawaban, sopir malah disambut tawa oleh keduanya.
"Saya lagi bawa jenazah ini, pasien jiwa meninggal dunia diantar oleh teman-temannya dari RS Dadi Makassar. (Temannya) tadi bilang tahu jalanan, tapi aduh," ucap sopir dalam video tersebut.
RSKD Dadi: Pasien Sudah Pulih, Tidak Ada yang Ditelantarkan
Pihak RSKD Dadi pun angkat bicara terkait video viral tersebut.
Kepala Bidang Humas RSKD Dadi, Abdul Malik, menjelaskan bahwa jenazah yang dibawa merupakan pasien ODGJ yang telah lama telantar dan tidak memiliki keluarga.
"Pasien yang meninggal adalah ODGJ yang telantar dan tidak memiliki keluarga. Kami inisiatif untuk memakamkan secara layak di Kabupaten Gowa," ujar Malik saat dikonfirmasi pada Kamis (12/6).
Menurut Malik, dua orang yang terlihat dalam video adalah sesama pasien ODGJ yang telah dinyatakan stabil dan meminta untuk ikut mengantar jenazah temannya.
Keberangkatan mereka juga didampingi perawat dari rumah sakit.
"Mereka itu temannya, karena dia minta ikut. Tapi statusnya sudah pulih. Kami izinkan karena ada perawat yang ikut," tambahnya.
Sopir Minta Maaf, RSKD Klarifikasi Tak Ada Ambulans Nyasar
Malik menegaskan bahwa informasi soal ambulans yang tersesat tidak sepenuhnya benar.
Ia sendiri mengaku ikut dalam rombongan, namun sempat keluar untuk membeli perlengkapan pemakaman, sementara sopir tetap melanjutkan perjalanan.
"Saya tidak sangka sopir bikin konten seperti itu. Katanya hanya bercanda dan sudah minta maaf. Jadi tidak ada yang nyasar atau telantar," jelas Malik.
Ia memastikan bahwa rumah sakit bertanggung jawab penuh atas pemakaman pasien ODGJ yang meninggal, sebagai bentuk penghormatan dan kemanusiaan terhadap pasien yang tidak memiliki keluarga.
Video tersebut memicu diskusi publik soal etika pelayanan terhadap pasien ODGJ, terutama dalam penanganan jenazah.
Meski niat baik RSKD Dadi diapresiasi, banyak pihak menyoroti tindakan sopir yang merekam dan menyebarkan konten dalam situasi sensitif tersebut.
Pihak rumah sakit menyatakan akan melakukan evaluasi internal agar kejadian serupa tidak terulang dan pelayanan tetap mengedepankan empati serta profesionalisme.*
(cn/a008)
MEDAN Tempat belanja kebutuhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Tembung 3 yang diduga melakukan mark up harga bahan ba
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku terus memperkuat upaya pembinaan narapidana pengguna narkotika, psikotro
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Politikus senior Partai Golkar Rully Chairul Azwar membahas peluang pengembangan bisnis pengolahan sampah di Indonesia. Pembahasan
NASIONAL
JAKARTA Desakan agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditetapkan sebagai bencana nasional semakin menguat. Sejumlah pihak, mulai dari
NASIONAL
JAKARTA Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah meminta majelis hakim membatalkan surat dakwaan
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH BESAR Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melalui penandatanga
PENDIDIKAN
SAMARINDA Keberadaan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas&039ud di Singapura menjadi sorotan publik di tengah kebakaran hutan dan
PEMERINTAHAN
MEDAN Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) berada pada kategori sedang hingga tidak sehat pada Rabu (14/10/2026). Ber
KESEHATAN
MEDAN Sebaran asap terdeteksi di seluruh wilayah Sumatera Utara (Sumut) pada Rabu (14/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofis
KESEHATAN
BATU BARA Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan keterampilan warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA La
NASIONAL