BREAKING NEWS
Rabu, 04 Maret 2026

Perwira Aktif TNI AL Dikeroyok di Terminal Arjosari Malang, Diduga oleh Sejumlah Juru Penumpang

Adelia Syafitri - Jumat, 27 Juni 2025 15:19 WIB
Perwira Aktif TNI AL Dikeroyok di Terminal Arjosari Malang, Diduga oleh Sejumlah Juru Penumpang
Seorang perwira aktif TNI AL menjadi korban pengeroyokan di Terminal Tipe A Arjosari, Kota Malang, Kamis malam (26/6/2025). (foto: ig info_malang)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MALANG – Seorang perwira aktif Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) menjadi korban pengeroyokan di Terminal Tipe A Arjosari, Kota Malang, Kamis malam (26/6/2025).

Korban diduga dianiaya oleh 5 hingga 6 orang juru penumpang (jupang) di jalur keberangkatan bus jurusan Surabaya.

Kepala Terminal Arjosari, Mega Perwira Donowati, membenarkan insiden tersebut.

Ia menyebut peristiwa terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, dan korban adalah anggota aktif TNI AL berpangkat perwira.

"Benar, korban merupakan anggota aktif TNI. Kejadiannya sekitar jam 7 malam, melibatkan beberapa orang juru penumpang," ujar Mega saat dikonfirmasi pada Jumat (27/6/2025).

Mega menjelaskan, insiden bermula dari cekcok antara korban dan para pelaku.

Namun, pihaknya belum dapat mengungkap penyebab pasti bentrokan tersebut karena masih dalam proses pengumpulan keterangan.

"Diduga pelaku 5 sampai 6 orang. Terkait apa penyebabnya belum diketahui secara pasti, masih dalam pendalaman," ucapnya.

Insiden pengeroyokan terekam dalam video warga yang berada di lokasi.

Dalam rekaman tersebut, korban terlihat mengalami luka parah di bagian kepala, dengan darah berceceran di sekitar jalur keberangkatan bus.

Beberapa warga terlihat mencoba melerai aksi kekerasan, sebelum korban akhirnya diamankan petugas terminal dan dievakuasi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk mendapatkan perawatan medis intensif.

Pasca-kejadian, belasan anggota Polisi Militer Angkatan Laut (POMAL) mendatangi Terminal Arjosari untuk melakukan investigasi dan memburu para pelaku.

"POMAL sudah datang sejak pagi tadi. Mereka aktif meminta keterangan kronologi kejadian dan mencari para pelaku," kata Mega.

Kasus ini kini ditangani oleh POMAL TNI AL bekerja sama dengan Polresta Malang Kota untuk proses hukum lebih lanjut.

Insiden ini sekaligus meluruskan kabar simpang siur yang sebelumnya menyebut bahwa pengeroyokan dilakukan oleh sopir angkot atau driver ojek online.

Pihak terminal menegaskan, pelaku diduga merupakan oknum juru penumpang (jupang).*

(oz/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru