Asap Berbahaya Masih Menyelimuti Lokasi Kebakaran, Rico Waas Minta Warga Segera Mengungsi
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung meninjau lokasi kebakaran pabrik plastik dan mainan di Jalan Ladang, Gang Pe
PEMERINTAHAN
JAKARTA - Kriminolog Universitas Indonesia (UI), Adrianus Meliala, memberikan pandangannya terkait kasus kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan, yang masih menyisakan tanda tanya di publik
. Dalam program Sapa Indonesia Pagi , Jumat (11/7/2025), Adrianus mengemukakan bahwa kecil kemungkinan kematian Arya disebabkan oleh pembunuhan.
"Saya kira begitu ya. Saya kira juga dalam kerangka untuk membuat tenang warga ya, maka skenario pembunuhan itu lebih membuat keluarga tenang. Tapi kan ternyata tidak ada," kata Adrianus.
Menurutnya, hasil awal penyelidikan tidak menunjukkan tanda-tanda kekerasan atau keterlibatan pihak ketiga. Tidak ditemukan jejak orang keluar-masuk, serta kondisi tempat kejadian perkara (TKP) terkunci dari dalam, memperkuat dugaan bahwa tidak ada pelaku eksternal yang terlibat langsung.
Soal Lakban, Dugaan Tindakan Sendiri
Hal yang menarik perhatian publik adalah lakban yang ditemukan melilit kepala korban, yang awalnya diduga menjadi alat untuk menghilangkan nyawa Arya. Namun Adrianus menduga bahwa lakban tersebut justru digunakan korban sendiri untuk menutup jalan napas, yang berujung pada kematian akibat kehabisan oksigen.
"Menurut saya, untuk sementara berpendapat bahwa lakban itu digunakan oleh almarhum untuk menutupi jalan nafasnya, sehingga yang bersangkutan tersedak dan kemudian mati kehabisan nafas," ungkap Adrianus.
Namun ia juga mengakui bahwa cara tersebut tergolong tidak lazim atau janggal.
"Apalagi upaya menutupi jalan napas itu dilakukan begitu saja. Saya menduga dibantu dengan obat-obatan, misalnya obat tidur, yang membuat korban kehilangan kesadaran," tambahnya.
Masih Tunggu Hasil Pemeriksaan Polisi
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung meninjau lokasi kebakaran pabrik plastik dan mainan di Jalan Ladang, Gang Pe
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memberikan apresiasi kepada Maluku Medan Bersatu (MMB) yang telah menunjukkan kepedulian so
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea angkat bicara terkait berbagai kritik yang belakangan diarahkan kepada Sekretaris Kabinet (
NASIONAL
MONTERREY Timnas Jepang tampil perkasa saat menghadapi Tunisia pada laga Grup F Piala Dunia 2026. Samurai Biru sukses meraih kemenangan te
OLAHRAGA
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan pasokan batu bara untuk PT PLN (Persero) tetap dalam k
NASIONAL
DAIRI Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Nasional SidikalangMedan, tepatnya di Dusun Invaliden, Desa Peg
PERISTIWA
JAKARTA Polemik posisi partai penyeimbang yang disematkan kepada PDI Perjuangan kembali memanas di ruang politik nasional. Sejumlah el
POLITIK
BANDA ACEH Satu korban insiden ledakan di Kapal Aceh Hebat (AH) 2, Fakhri Herdieco, meninggal dunia saat menjalani perawatan intensif di
PERISTIWA
MEDAN Kebakaran pabrik plastik dan mainan di kawasan Medan Johor, Kota Medan, hingga Minggu (21/6/2026) siang masih belum sepenuhnya pad
PERISTIWA
JAKARTA Tiga negara dipastikan sudah lebih dulu mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menyelesaikan matchday kedu
OLAHRAGA