Kejagung Ogah Buru-buru, Nasib Barang Bukti Sitaan Febrie Diserahkan Sepenuhnya ke Hakim Praperadilan
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyerahkan keputusan terkait permintaan pengembalian barang bukti milik mantan Jaksa Agung Muda Pidana
NASIONAL
PADANG LAWAS – Gelombang kekecewaan masyarakat Desa Ujung Batu IV, Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas, mencuat ke permukaan menyusul beredarnya sebuah video asusila yang diduga melibatkan kepala desa mereka, berinisial ES.
Merespons situasi tersebut, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda menggelar rapat khusus di Balai Desa, Rabu (20/08/2025).
Hasil dari pertemuan tersebut dituangkan dalam surat resmi yang ditujukan kepada Bupati Padang Lawas, yang secara tegas berisi tuntutan pengunduran diri oknum Kades ES.
Surat yang ditandatangani oleh Ketua BPD Ujung Batu IV, Jamrun, serta tokoh masyarakat dan pemuda tersebut, memuat tiga poin utama, yakni:
- Meminta Kepala Desa ES mengundurkan diri dari jabatannya demi menjaga marwah desa.
- Meminta pertanggungjawaban terkait penggunaan dana desa dan dana BUMDes selama masa kepemimpinan ES.
- Menyerukan aksi damai di kantor Bupati Padang Lawasapabila dalam waktu 3 (tiga) hari tidak ada tanggapan resmi dari pihak berwenang.
"Kami tidak ingin desa kami mendapat cap buruk dari masyarakat luar. Kepala desa adalah cerminan kampung ini. Maka ketika ada dugaan tindakan tidak terpuji seperti ini, masyarakat harus bersikap tegas," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Ia menambahkan bahwa tuntutan tersebut telah menjadi kesepakatan bersama seluruh elemen desa, termasuk BPD, tokoh agama, tokoh pemuda, dan warga, dan telah resmi dilayangkan ke Kantor Bupati Padang Lawas.
Viralnya video berdurasi 2 menit 58 detik yang diduga menampilkan sosok mirip dengan Kades ES berbicara dengan seorang pria yang diduga sebagai selingkuhannya, menjadi pemicu utama keresahan warga.
Konten tersebut dinilai mencoreng nilai-nilai adat dan moral yang selama ini dijunjung tinggi oleh masyarakat Padang Lawas.
"Kami ingin kampung ini tetap menjadi tempat yang diberkahi Allah SWT. Karena itu, keteladanan pemimpin sangat penting," tambah warga tersebut.
Sampai berita ini diturunkan, Kades ES belum memberikan tanggapan atau klarifikasi resmi kepada awak media meski telah beberapa kali dikonfirmasi.
Kasus ini pun menjadi perhatian publik, mengingat Kabupaten Padang Lawasdikenal dengan semboyan religiusnya: "Tano Adat di Gom-gom Ibadat" atau Tanah Adat Dipegang Erat Agama.*
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyerahkan keputusan terkait permintaan pengembalian barang bukti milik mantan Jaksa Agung Muda Pidana
NASIONAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Kamis (20/8/2026). IHSG naik 53,12 poin atau 0,83 persen ke leve
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Rupiah berada di level Rp
EKONOMI
MEDAN Harga beras di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Pemerintah Provinsi Sumut me
EKONOMI
JAKARTA Momen Presiden Prabowo Subianto duduk di antara Presiden ke7 Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat p
POLITIK
JAKARTA Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda menyebut kondisi transportasi laut Indonesia sudah masuk status darurat. Pernyataan itu disam
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah Indonesia mengirim nota diplomatik keberatan kepada pemerintah Arab Saudi setelah uang muka penyelenggaraan Haji 2027 se
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menemukan masih ada warga terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang belum mendapatkan
NASIONAL
JAKARTA Mantan Wakil Kepala Bidang Organisasi dan Kelembagaan Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung dijadwalkan hadir dalam sidang prape
NASIONAL
JAKARTA Mantan Menko Polhukam Mahfud MD menyoroti kondisi penegakan hukum di Indonesia dalam refleksi 81 tahun kemerdekaan Republik Indones
POLITIK