34 Tahun di Pencak Silat, Prabowo Lepas Jabatan Ketum IPSI Demi Fokus Jadi Presiden
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengenang perjalanan panjangnya di dunia pencak silat yang telah dijalani selama 34 tahun.Hal itu disamp
NASIONAL
MEDAN— Fenomena gerhana bulan dan gerhana matahari kerap menjadi sasaran hoaks dan misinformasi di masyarakat.
Berbagai klaim keliru yang beredar, mulai dari gerhana bulan yang disebut bisa memicu gempa hingga dunia yang dikabarkan akan gelap selama berhari-hari akibat gerhana, sudah dibantah oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
1. Gerhana Bulan Tidak Memicu Gempa
Fenomena gerhana bulan total yang akan terjadi pada Minggu, 7 September 2025, ramai dikaitkan dengan potensi bencana gempa bumi.
Namun, Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu BMKG, Setyoajie Prayoedhie, dengan tegas menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar.
"Ini hoax. Gerhana bulan tidak berkorelasi dengan aktivitas kegempaan di Indonesia," ujar Setyoajie, Sabtu (6/9).
Menurutnya, gempa di Indonesia umumnya dipicu oleh aktivitas tektonik di zona sesar aktif atau subduksi, serta aktivitas vulkanik gunung berapi aktif, bukan oleh peristiwa gerhana bulan.
Gerhana bulan terjadi akibat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan yang sejajar sehingga cahaya Matahari terhalang Bumi dan tidak sepenuhnya sampai ke Bulan.
Fenomena ini hanya terjadi saat fase purnama dan dapat diprediksi jauh hari sebelumnya.
2. Dunia Tidak Akan Gelap 6 Menit pada 2 Agustus 2025
Sebuah klaim yang beredar luas di media sosial menyebutkan bahwa pada 2 Agustus 2025 dunia akan gelap selama 6 menit akibat gerhana matahari yang terjadi setiap 100 tahun sekali.
Namun, tidak ditemukan adanya gerhana matahari yang dijadwalkan pada tanggal tersebut.
Sebaliknya, gerhana matahari besar justru akan terjadi pada 2 Agustus 2027.
Menurut artikel di situs space.com, gerhana matahari total pada hari itu akan menghasilkan periode totalitas terpanjang di daratan sepanjang abad ke-21, yaitu selama 6 menit 22 detik.
3. Tidak Benar Dunia Gelap 3 Hari Akibat Gerhana Matahari 8 April 2024
Klaim lain yang sempat viral adalah bahwa gerhana matahari pada 8 April 2024 akan menyebabkan dunia gelap selama tiga hari.
BMKG sudah secara resmi membantah informasi ini melalui akun Instagram resminya pada Maret 2023.
"Indonesia tidak akan mengalami jalur totalitas Gerhana Matahari Total (GMT) tersebut," jelas BMKG.
Gerhana hanya bisa diamati secara total di wilayah Amerika Utara, Amerika Serikat bagian tengah, Meksiko, dan Kanada bagian timur, dengan durasi totalitas maksimum sekitar 4 menit 26 detik.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi hoaks yang menyesatkan dan tetap merujuk pada informasi resmi dari lembaga terkait.*
(lp/a008)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengenang perjalanan panjangnya di dunia pencak silat yang telah dijalani selama 34 tahun.Hal itu disamp
NASIONAL
TOBA Seorang mahasiswa Universitas Katolik (Unika) Medan dilaporkan tenggelam saat berenang di Air Terjun Situmurun, Kecamatan Lumbanjulu,
PERISTIWA
DELI SERDANG Pereli senior Sumatera Utara Musa Rajekshah atau yang akrab disapa Ijeck ikut ambil bagian dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas
OLAHRAGA
MANADO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan LPG subsidi tidak akan
EKONOMI
JAKARTA Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi peningkatan titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
NASIONAL
JAKARTA Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan dukungan penuh terhadap Sugiono yang terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besa
OLAHRAGA
MEDAN PSMS Medan kembali menelan kekalahan usai takluk 01 dari Garudayaksa FC dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026. Ironisnya,
OLAHRAGA
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera memastikan pemutakhiran data penerima hunian sem
NASIONAL
PEKANBARU Ratusan warga di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, mengamuk dan membakar sebuah rumah serta empat sepeda motor yang diduga mi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat telah melakukan 10 operasi tangkap tangan (OTT) sepanjang Januari hingga 11 April 2026
NASIONAL