BREAKING NEWS
Rabu, 29 April 2026

Bentrok di Sihaporas: 150 Pekerja PT TPL Serang Warga Adat, 5 Orang Luka-Luka

Muhammad Taufik - Senin, 22 September 2025 14:38 WIB
Bentrok di Sihaporas: 150 Pekerja PT TPL Serang Warga Adat, 5 Orang Luka-Luka
Seorang warga yang terluka akibat pukulan dan lemparan batu dari pekerja PT TPL, serta oknum yang diduga preman bayaran, yang menyerang Masyarakat Adat Sihaporas pada Senin pagi (22/9/2025). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
SIMALUNGUN – Situasi mencekam terjadi di Wilayah Adat Buttu Pangaturan, Sihaporas, setelah sekitar 150 pekerja PT Toba Pulp Lestari (TPL) yang terdiri dari sekuriti, Buruh Harian Lepas (BHL), serta oknum yang diduga preman bayaran, menyerang Masyarakat Adat Sihaporas pada Senin pagi (22/9/2025).

Para pekerja datang dengan seragam sekuriti, helm, tameng, dan kayu panjang di tangan. Mereka berkumpul sejak pukul 08.00 WIB di sekitar wilayah adat.

Sementara itu, sekitar 30 warga adat tengah berkumpul di Rumah Bersama di Buttu Pangaturan.

Baca Juga:
Warga mencoba menghadang dan mengajak diskusi damai agar konflik tidak meluas. Namun upaya itu tidak digubris.

Dari barisan sekuriti terdengar perintah singkat: "Dorong saja!"

Ketegangan pun berubah menjadi serangan brutal. Warga didorong, lalu dipukul menggunakan kayu dan dilempari batu.

Akibatnya, 5 orang warga mengalami luka-luka akibat pukulan dan lemparan batu tersebut.

Tidak berhenti sampai di situ, posko warga dan Rumah Bersama ikut dirusak, sementara enam unit sepeda motor milik warga hancur.

Hingga berita ini diturunkan, Masyarakat Adat Sihaporas masih bertahan di Buttu Pangaturan dengan kondisi penuh kecemasan.

Pasalnya, pekerja TPL masih berkumpul di sekitar lokasi, sehingga warga khawatir akan ada penyerangan susulan.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gandeng Yayasan CNI, Lapas Labuhan Ruku Berikan Bantuan Hukum Secara Gratis
Rutan Kelas I Medan Gelar Skrining Tuberkulosis untuk 200 Warga Binaan, Dukung Eliminasi TB 2030
Lapas Labuhan Ruku Terima Kunjungan Kerja Kakanwil, Pantau Langsung Screening dan Ronsen Paru-Paru Warga Binaan
Komeng Curhat ke Menteri Kehutanan Soal Deforestasi di Jabar: Jakarta Banjir, Kami yang Disalahkan
Dr. Taqwaddin Dorong MAA Inisiasi Qanun Pidana Adat Sesuai KUHP Nasional 2026
Dua Kasus Pembunuhan Beruntun di Nias Selatan, Kapolres Ajak Masyarakat Jaga Toleransi dan Kondusifitas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru