DTSEN Bermasalah, Jalur Afirmasi SPMB 2026 Dikhawatirkan Salah Sasaran
TANGSEL Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jalur Afirmasi Tahun Ajaran 2026/2027 kembali menjadi sorotan. Sejumlah persoala
PENDIDIKAN
CIREBON – Suara dentuman keras dan penampakan bola api yang sempat menghebohkan warga Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu (5/10) malam dipastikan merupakan fenomena alam akibat jatuhnya meteor cukup besar di wilayah Laut Jawa.
Kepastian ini disampaikan oleh Profesor Thomas Djamaluddin, pakar astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), usai mengkaji berbagai laporan masyarakat dan data dari sensor seismik BMKG.
"Saya menyimpulkan itu adalah meteor cukup besar yang melintas," kata Thomas saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (6/10).Baca Juga:
Menurut penjelasannya, meteor tersebut melintas dari arah barat daya dan terpantau di wilayah Kabupaten Kuningan hingga Cirebon sebelum akhirnya jatuh di Laut Jawa.
Fenomena itu terjadi sekitar pukul 18.35–18.39 WIB.
Gelombang kejut akibat meteor yang memasuki atmosfer bumi pada ketinggian rendah menghasilkan suara dentuman keras yang mengejutkan masyarakat.
"Ketika memasuki atmosfer yang lebih rendah, menimbulkan gelombang kejut berupa suara dentuman dan terdeteksi oleh BMKG Cirebon pukul 18.39.12 WIB," ujarnya.
Thomas memastikan bahwa fenomena tersebut tidak menimbulkan bahaya bagi masyarakat, meskipun terdengar keras dan terlihat mencolok.
"Fenomena ini tergolong aman. Dentuman dan cahaya itu hanyalah dampak dari meteor yang terbakar di atmosfer," jelasnya.
Sensor seismik milik BMKG dengan kode ACJM mencatat adanya getaran signifikan tepat pada pukul 18.39 WIB, bertepatan dengan laporan dentuman dari masyarakat.
Sementara itu, rekaman kamera pengawas di sejumlah lokasi memperlihatkan bola api meluncur cepat di langit sebelum menghilang.
Warga di kawasan Lemahabang, Cirebon bagian timur, mengaku melihat fenomena tersebut, yang disebut sangat terang dan disertai suara menggelegar.
"Saya lihat seperti bola api besar meluncur cepat di langit, lalu terdengar suara keras. Kaget semua orang di rumah," kata Taufik, warga Lemahabang.
Meteor berukuran besar yang masuk ke atmosfer bumi dan terbakar merupakan fenomena alam yang sesekali terjadi.
Meski cukup jarang, kejadian seperti ini bukan hal baru dan telah beberapa kali dilaporkan di berbagai belahan dunia.
BRIN mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap mengikuti informasi resmi dari lembaga terkait, jika terjadi kembali fenomena serupa.*
(vo/a008)
TANGSEL Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jalur Afirmasi Tahun Ajaran 2026/2027 kembali menjadi sorotan. Sejumlah persoala
PENDIDIKAN
JAKARTA Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Menteri Koordinator Bidang Infrastrukt
POLITIK
JAKARTA Polemik dugaan penerimaan uang oleh sejumlah pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) terus menjadi
NASIONAL
JAKARTA Ketua DPP PDI Perjuangan, Deddy Sitorus, meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan penjelasan terbuka terkait dug
NASIONAL
JAKARTA Vivo kembali menghadirkan berbagai pilihan smartphone untuk pasar Indonesia, mulai dari segmen entrylevel hingga kelas flagship
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KMRT) Roy Suryo Notodiprojo mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selata
HUKUM DAN KRIMINAL
BANGKALAN Presiden Prabowo Subianto melontarkan pujian sekaligus selorohan kepada Nahdlatul Ulama (NU) saat menghadiri penutupan Musyawa
NASIONAL
JAKARTA Isu dugaan penerimaan uang oleh sejumlah mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) setelah bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming
PERISTIWA
MEDAN Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Pejuang Bangsa (APMB) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung D
PERISTIWA
OKSIBIL Satgas Pasgat TNI Angkatan Udara kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat di wilayah perbatasan. Melalui Pos Oksibil
NASIONAL