Manggarai Terparah, Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 43 Orang, 5 Bandara dan RS Ikut Rusak
JAKARTA Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu
PERISTIWA
JAKARTA – Setelah melewati masa panjang penuh dinamika, dualisme kepengurusan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Utara akhirnya mencapai titik temu. Dalam pertemuan daring yang berlangsung Jumat (10/10/2025), PWI Pusat secara resmi menetapkan Farianda Putra Sinik sebagai Ketua PWI Sumut yang sah, sekaligus menandai kembalinya Austin EA Tumengkol dalam satu barisan kepengurusan.
Proses mediasi yang dipimpin oleh Ketua Dewan Kehormatan PWI, Atal S. Depari, itu menjadi penutup konflik organisasi yang telah membelah tubuh PWI Sumut selama beberapa waktu terakhir.
"Atas hasil musyawarah hari ini, PWI Pusat merekomendasikan kepengurusan Saudara Farianda Putra Sinik sebagai pengurus sah PWI Provinsi Sumatera Utara," tegas Atal saat memimpin pertemuan secara daring dari Gedung Dewan Pers, Jakarta.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh berbagai pihak terkait. Dari Sumatera Utara hadir langsung Farianda Putra Sinik, SR Hamonangan Panggabean, dan Austin EA Tumengkol, sementara dari Jakarta hadir jajaran PWI Pusat termasuk Anrico Pasaribu, Kadirah, Hilman Hidayat, dan Edison Siahaan.
Rekonsiliasi Tanpa Syarat
Keputusan PWI Pusat diterima secara terbuka dan penuh kedewasaan oleh kedua belah pihak. Farianda, yang kini memegang mandat resmi sebagai ketua, menyambut keputusan ini dengan semangat rekonsiliasi dan kolaborasi.
"Saya mengajak adik saya Austin dan seluruh rekan wartawan untuk kembali bersama membangun PWI Sumut yang lebih solid dan profesional," ujar Farianda.
Austin EA Tumengkol, yang sebelumnya berada pada posisi berseberangan, juga menyatakan kesiapannya untuk kembali bersatu.
"Saya menerima keputusan ini dengan penuh keikhlasan dan semangat kebersamaan. Saatnya kita menjaga marwah organisasi dan memperkuat peran PWI Sumut demi kehormatan profesi wartawan," ujar Austin dari Medan.
Pemulihan Penuh, Tak Ada Lagi Kubu-Kubuan
Anggota Tim Penyelesaian Dualisme PWI Pusat, Anrico Pasaribu, menegaskan bahwa penyelesaian ini tidak hanya menetapkan kepengurusan yang sah, tapi juga memulihkan seluruh keanggotaan yang sebelumnya terdampak konflik internal.
"Tidak ada lagi kubu-kubuan. Semua kembali ke satu rumah besar, PWI. Ini sesuai dengan amanat Kongres Persatuan PWI yang digelar di Cikarang pada Agustus lalu," kata Anrico.
Ia menambahkan bahwa proses musyawarah berjalan dalam suasana kekeluargaan dan mencerminkan komitmen bersama untuk membangun kembali persatuan organisasi.
Menjadi Contoh Rekonsiliasi Daerah Lain
PWI Pusat berharap penyelesaian damai di Sumut bisa menjadi role model bagi daerah lain yang masih mengalami konflik internal.
JAKARTA Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memerintahkan seluruh jajaran pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa bumi yang mengguncang w
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah memastikan lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di Jakarta telah disiapkan. Namun, pemerintah belum
EKONOMI
JAKARTA Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengungkap bakal ada kejutan dalam formasi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution mengukuhkan 74 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sumatera Utara
PEMERINTAHAN
MEDAN Gempa bumi dengan magnitudo (M) 6,4 mengguncang wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (15/8/2026) petang. Ba
PERISTIWA
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung memantau gotong royong massal yang digelar serentak di 21 kecamatan dalam
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Peringatan Hari Damai Aceh (HDA) ke21 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, berujung ricuh pada Sabtu (15/8/2026). Kericu
PERISTIWA
BANDA ACEH Tokoh sekaligus mediator perdamaian Aceh asal Finlandia, Juha Christensen, meminta semua pihak menghormati penggunaan bendera
POLITIK
MEDAN Seorang siswi SMK Negeri 1 Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, harus menjalani perawatan intensif di Pediatric Intensive Ca
PERISTIWA