Hotman Paris: Febrie Adriansyah Jalani 18 Pertanyaan, Pemeriksaan Masih Fokus Kasus Asabri
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Hotman Paris Hutapea, mengungkapkan klienn
NASIONAL
JAKARTA – Sebanyak 852 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang digelar oleh massa Aliansi Muslim Bela Palestina (AMBP) di kawasan Silang Monas Tenggara, Jakarta Pusat, Sabtu (11/10/2025).
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Ipda Ruslan Basuki, mengatakan apel pengamanan telah dilaksanakan sejak pukul 09.00 WIB. Personel gabungan tersebut berasal dari unsur Polri, TNI, dan Satpol PP.
"Kekuatan pengamanan wilayah Jakarta Pusat 852 personel," ujar Ruslan kepada wartawan, Sabtu (11/10/2025).Baca Juga:
Ruslan menegaskan, seluruh petugas di lapangan akan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam mengawal jalannya aksi. Ia mengimbau massa untuk tetap tertib selama menyampaikan aspirasi.
"Silakan berorasi dengan tertib, jangan memprovokasi, jangan melawan petugas, dan mari kita hindari tindakan seperti membakar ban, menutup jalan, atau merusak fasilitas umum," tegasnya.
Menurut Ruslan, menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang dijamin undang-undang. Namun ia menekankan agar kegiatan tersebut tetap berjalan secara damai agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
"Mari kita jaga suasana tetap kondusif agar pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik," tambahnya.
Aksi AMBP ini digelar untuk menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Massa rencananya akan berorasi dan menggelar doa bersama di sekitar kawasan Monas.
Pengamanan ketat dilakukan menyusul evaluasi pasca insiden tewasnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, dalam unjuk rasa pembubaran DPR pada 28 Agustus 2025 lalu.
Affan tewas setelah tertabrak dan terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, saat situasi aksi berubah anarkis. Massa yang awalnya berunjuk rasa secara damai berbalik menyerang aparat, memicu bentrok dan tindakan represif.
Petugas kala itu berupaya membubarkan massa dengan tembakan gas air mata. Namun peserta aksi justru terpencar dan berlarian ke berbagai titik, hingga terjadi insiden tragis yang menewaskan Affan.
Serangkaian sidang etik terhadap sejumlah aparat yang terlibat kini telah rampung digelar. Kepolisian berjanji kejadian serupa tidak akan terulang, termasuk dalam pengamanan aksi-aksi lanjutan di ibu kota.*
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Hotman Paris Hutapea, mengungkapkan klienn
NASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum pengusaha Don Ritto menyatakan uang tunai dan emas seberat 74 kilogram yang disita penyidik dari rumah mantan Jaksa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah siap melakukan efisiensi anggaran, termasuk membuka peluang memangkas anggaran s
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak ingin dikenal sebagai bangsa yang hanya berpangku tangan. Menurutnya, Indon
NASIONAL
DELI SERDANG Kepolisian masih terus menyelidiki penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan sebuah truk pengangkut air mineral dengan d
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari mengungkap adanya kebijakan pada masa kepemimpinan sebelumnya yang meng
NASIONAL
MALANG Presiden Prabowo Subianto menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan ekonomi te
NASIONAL
NAGAN RAYA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mengawal percepatan pembanguna
NASIONAL
ACEH TIMUR Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus mematangkan persiapan pembangunan
NASIONAL
MEDAN Fraksifraksi DPRD Provinsi Sumaterafraksi DPRD Provinsi Sumatera Utara memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov)
PEMERINTAHAN