Jaga Kualitas MBG dan Kendalikan Harga Pangan, TPID Sumut Perkuat Tata Kelola SPPG
MEDAN Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara mendorong penguatan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau da
PEMERINTAHAN
BOGOR– Ahli pers nasional Drs. Rustam Fachri Mandayun menegaskan pentingnya Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi jurnalis di Indonesia, terutama di tengah pesatnya perkembangan media daring saat ini.
Hal itu disampaikan Rustam dalam kegiatan UKW Muda yang digelar oleh Lembaga Ujian Kompetensi Wartawan (LUKW) Fikom UPDM (Beragama) di Vila Ivan, Megamendung, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (24/10/2025).
Rustam Fachri, yang juga dikenal sebagai mantan anggota Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Pers Dewan Pers, serta mantan redaktur pelaksana Majalah Tempo, menilai UKW merupakan salah satu instrumen penting untuk meningkatkan profesionalisme dan integritas wartawan di Indonesia.Baca Juga:
"Kegiatan uji kompetensi ini adalah salah satu cara dari Dewan Pers untuk melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas sumber daya wartawan yang ada di Indonesia," ujar Rustam.
Menurutnya, wartawan memiliki peran strategis sebagai penyampai informasi dan agen literasi publik. Oleh karena itu, seorang jurnalis dituntut memiliki kapasitas pengetahuan dan etika yang lebih tinggi dibanding masyarakat umum.
"Wartawan itu punya peran penting untuk meningkatkan pengetahuan, menyampaikan informasi, dan ikut melakukan pendidikan atau literasi kepada masyarakat. Maka, orang yang berprofesi sebagai wartawan seharusnya memiliki pengetahuan yang memadai karena mereka menjadi sumber dan penyampai informasi," jelasnya.
Rustam juga menyoroti fenomena menjamurnya media online yang tidak semuanya dikelola secara profesional.
Ia menyebut, kemudahan teknologi dan celah regulasi dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers kerap dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mendirikan media tanpa memahami prinsip dasar jurnalistik.
"Salah satu dampak perkembangan media online adalah munculnya banyak pihak yang terjun ke dunia pers tanpa memahami maksud dan tujuan penyelenggaraan kegiatan jurnalistik. Banyak yang tergiur pada gengsi menjadi wartawan atau pemilik media," bebernya.
Rustam berharap, kegiatan UKW dapat menjadi momentum penting bagi insan pers untuk memperkuat kompetensi, menjaga integritas, serta menyingkirkan oknum yang menunggangi kemerdekaan pers demi kepentingan pribadi.
"Dengan adanya kegiatan seperti ini, para wartawan bisa lebih positif dalam berkarya bagi masyarakat dan mendorong lahirnya jurnalis profesional yang benar-benar memahami makna kemerdekaan pers," pungkasnya.*
(M/006)
MEDAN Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara mendorong penguatan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau da
PEMERINTAHAN
JAKARTA Penyidikan dugaan korupsi proyek pekerjaan alat konstruksi periode 20182019 memasuki tahap pengumpulan alat bukti. Penyidik S
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memerintahkan desain ulang kelembagaan Badan Keamanan Laut (Bakamla) kembali membuka perde
NASIONAL
BADUNG Kantor Imigrasi Ngurah Rai bersama Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali dan Kepolisian Daerah Bali menggelar operasi gabungan pada
NASIONAL
MEDAN Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memasok 4 ton beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mendukung pelaksan
EKONOMI
BATAM Kota Batam, Kepulauan Riau, resmi ditetapkan sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III Pro Jurnalismedia Siber (PJS).
NASIONAL
DELISERDANG Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi. Kali ini, puluhan siswa sekolah dasar
PERISTIWA
DELISERDANG Kasus dugaan penyimpangan pengadaan jilbab senilai Rp525 juta di Pemerintah Kabupaten Deliserdang pada tahun anggaran 2025 m
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memperbolehkan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara membeli mobil dinas
PEMERINTAHAN
MEDAN Wakil Ketua DPRD Kota Medan Hadi Suhendra meminta Pemerintah Kota Medan segera mengambil langkah konkret menyikapi kondisi kualita
KESEHATAN