Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah dan Dirut RS Islam Cempaka Putih dan keterangan pers terkait korban ledakan di SMAN 72 Jakarta di RS Islam Cempaka Putih, Jakarta, Sabtu (8/11/2025). (Foto: Rayyan Farhans
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Pernyataan itu disampaikan Sigit seusai menjenguk para korban yang masih dirawat di Rumah Sakit Islam (RSI) Cempaka Putih, Jakarta, Sabtu siang, 8 November 2025.
"Terduga pelaku saat ini merupakan salah satu siswa di SMA tersebut," ujar Sigit.
Sigit mengatakan, sejauh ini penyelidikan mengarah pada satu pelaku.
Namun, pihaknya belum menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.
"Kami terus melakukan penyisiran, apakah ada pihak lain. Tim sedang bekerja," katanya.
Kapolri juga menegaskan bahwa motif di balik aksi ledakan ini masih didalami, termasuk kemungkinan pelaku terpapar konten tertentu atau ideologi yang memengaruhinya.
"Apakah terpapar suatu konten atau hal-hal yang membuat dia tertarik, itu sedang kita dalami," ucapnya.
Peristiwa ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading terjadi pada Jumat, 7 November 2025, sekitar pukul 12.15 WIB, saat pelaksanaan salat Jumat di masjid sekolah.
Ledakan mengakibatkan 96 orang mengalami luka-luka, sebagian di antaranya sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan.
Polisi telah menurunkan tim Gegana untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memastikan tidak ada bahan peledak aktif lainnya di sekitar lokasi.
Hingga kini, aparat masih mengumpulkan bukti serta melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk teman-teman pelaku di sekolah.*