Imbas Perang Timur Tengah, BI Bongkar Tekanan Global yang Turunkan Proyeksi Ekonomi
JAKARTA Bank Indonesia (BI) merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 dari 3,2 persen menjadi 3,1 persen akibat mening
EKONOMI
DAIRI — Sekitar seribu warga dari berbagai desa di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, memadati halaman Markas Polres Dairi pada Rabu malam (12/11/2025).
Massa mengancam akan menginap dan menduduki Mapolres jika 34 rekan mereka yang ditangkap polisi tidak segera dibebaskan.
Penangkapan itu terjadi setelah aksi unjuk rasa menuntut pembebasan Ketua Kelompok Tani Pejuang Tani Bersama Alam (PETABAL), Pangihutan Sijabat, yang ditahan polisi pada pagi hari.Baca Juga:
Salah satu perwakilan massa, Darman Purba, warga Desa Parbuluan 6, mengatakan aksi tersebut merupakan puncak dari kekecewaan masyarakat terhadap pemerintah dan aparat keamanan yang dinilai membiarkan aktivitas PT GT di wilayah mereka.
Pendamping warga, Duat Sihombing dari Yayasan Petrasa, menyebut PT GT diduga telah merambah hutan seluas 600 hingga 700 hektare tanpa izin jelas.
Akibatnya, sumber air di sekitar kawasan itu disebut mengering, dan warga kini hidup dalam ancaman banjir bandang dan longsor.
"Mereka bukan kriminal. Mereka hanya mempertahankan hidupnya dari mafia perambah hutan. Tak ada papan nama perusahaan di sana, tapi hutan sudah habis dibabat," ujar Duat.
Penangkapan Pangihutan Sijabat menjadi pemicu utama kemarahan warga.
Mendengar kabar penahanan itu, ratusan orang spontan mendatangi Polres Dairi untuk menuntut pembebasannya.
Namun aksi tersebut berujung bentrok. Polisi melaporkan 10 personel luka-luka akibat lemparan batu dari massa.
"Sebanyak 33 orang massa diamankan karena melakukan tindakan anarkis. Sebelumnya, Pangihutan Sijabat juga ditangkap karena diduga terlibat pengrusakan dan pembakaran aset PT GT," ujar Kasi Humas Polres Dairi, Ipda Ringkon Manik, mewakili Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan.
Dengan demikian, total warga yang kini diamankan mencapai 34 orang, terdiri atas 29 laki-laki, 4 perempuan, dan 2 di antaranya staf Yayasan Petrasa.
JAKARTA Bank Indonesia (BI) merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 dari 3,2 persen menjadi 3,1 persen akibat mening
EKONOMI
MEDAN Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di Desa Tambunan Lumban Gaol, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Selasa (17/3
NASIONAL
JAKARTA Kemacetan parah di Pelabuhan Gilimanuk, Bali, yang sempat mencapai panjang 20 kilometer, akhirnya mulai terurai. Menteri Perhubu
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menelusuri motif Bupati Cilacap nonaktif, Syamsul Auliya Rachman, yang menyiapkan tunj
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kepolisian Daerah Sumatera Utara menggagalkan upaya penyelundupan narkoba di Kota Medan, Minggu (14/2/2026). Pelaku berinisial RK (
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan mantan staf khusus eks Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex,
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., PhPENGHUJUNG bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana spiritual yang khas dalam kehidupan umat Islam
OPINI
JAKARTA Pemerintah membuka rencana pemotongan gaji menteri hingga anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai bagian dari upaya efisie
POLITIK
TEHERAN Pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani, akibat serangan udara yang diduga
INTERNASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut dugaan korupsi dalam penyelenggaraan dan pembagian kuota haji sebagai perkara besar. Lemba
HUKUM DAN KRIMINAL