BREAKING NEWS
Kamis, 22 Januari 2026

Kereta Garuda Kencana Siap Antar PB XIV Purbaya dalam Kirab Jumenengan Keraton Solo

Raman Krisna - Sabtu, 15 November 2025 11:27 WIB
Kereta Garuda Kencana Siap Antar PB XIV Purbaya dalam Kirab Jumenengan Keraton Solo
Kereta Garuda Kencana telah dipersiapkan untuk menjadi kendaraan raja baru Keraton Kasunanan Solo, SISKS Paku Buwono (PB) XIV Purbaya, pada prosesi Kirab Jumenengan yang digelar hari ini, Sabtu (15/11/2025).(Foto: Espos/Wahyu Prakoso)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SOLO - Kereta Garuda Kencana telah dipersiapkan untuk menjadi kendaraan raja baru Keraton Kasunanan Solo, SISKS Paku Buwono (PB) XIV Purbaya, pada prosesi Kirab Jumenengan yang digelar hari ini, Sabtu (15/11/2025).

Abdi dalem Keraton Solo, Raden Tumenggung Muhammad Imam Maulana Pudjodipuro, menyebut bahwa sebelum dinaiki oleh PB XIV Purbaya, kereta kencana terlebih dahulu didoakan untuk keselamatan raja dalam prosesi.

"Mohon doa kepada Allah supaya selamat dari awal sampai akhir. Semoga selamat, nggak ada halangan apapun," ujarnya.

Kereta Garuda Kencana merupakan kereta kencana tradisional milik Keraton Solo yang biasa digunakan untuk kirab Jumenengan atau Kirab Agung, khusus bagi Sinuhun (raja).

Terakhir kereta ini digunakan oleh mendiang PB XIII saat Garebeg Mulud.

Rencananya, PB XIV Purbaya akan menaiki kereta kencana yang ditarik oleh enam kuda.

Sebelum digunakan, kereta dibersihkan dengan air khusus dan dihias menggunakan kembang 7 rupa, sebagai simbol kesucian dan keberkahan.

"Nanti ditarik enam kuda, sebelumnya dibersihkan dulu dengan air khusus dan kembang 7 rupa. Tadi juga dibersihkan lagi saat dibawa ke Pagelaran," kata Imam.

Prosesi Jumenengan Dalem Nata Binayangkare SISKS Paku Buwono XIV Purbaya akan dilanjutkan dengan Kirab Agung, yang rutenya dimulai dari Ndalem Pagelaran.

Kirab akan diikuti oleh abdi dalem hingga sentono dalem.

Ketua Panitia Jumenengan, GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, menjelaskan, "Kirab Ageng akan dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB usai prosesi Jumenengan Dalem di dalam keraton dan pengucapan sumpah serta pembacaan sabda raja di Siti Inggil."

Prosesi ini menjadi momen penting dalam tradisi kerajaan, menegaskan keberlanjutan budaya dan nilai-nilai keraton yang masih dijaga di tengah perkembangan zaman.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru