Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
KARO- Kementerian Sosial (Kemensos) Indonesia terus berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menangani bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Sabtu (23/11/2024). Hingga saat ini, tim gabungan yang terdiri dari personel TNI/Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, serta Kantor SAR Medan, tengah fokus melakukan pencarian korban hilang dan pembersihan material longsor.
Dalam keterangan yang disampaikan oleh Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos, Masriani Mansyur, empat orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut. Korban yang telah diidentifikasi adalah Efriandi Surbakti, Ius Nizarwatim, sementara dua korban lainnya masih dalam proses identifikasi.
Selain korban meninggal, bencana ini juga menyebabkan enam orang hilang, antara lain Sehat BR Surbakti (65), Elia Agustina (50), Ema Sari, Jihan, Farhan Putra Nugraha (pegawai BRI Tanjung Balai), dan Muhammad Subhan Anas (pegawai BRI Tanjung Balai). Sementara itu, sembilan orang lainnya mengalami luka-luka akibat tertimpa material longsor.
Tim yang berada di lapangan telah melakukan upaya maksimal dalam pencarian korban hilang. Pihak Kemensos juga telah melakukan pendataan korban untuk melengkapi dokumen yang diperlukan guna pengajuan santunan kematian serta bantuan bagi korban yang terluka.
“Bersama dengan BPBD dan pihak terkait lainnya, kami akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan bantuan sampai kepada para korban,” jelas Masriani. Selain itu, pembersihan material longsor yang menutup akses jalan terus dilakukan untuk mempermudah proses evakuasi.
Bencana tanah longsor juga menyebabkan kerusakan material. Dua unit rumah dilaporkan rusak berat, sementara satu penginapan, Penginapan Bunga Tanjung, dilaporkan rata dengan tanah akibat tertimpa longsor. Kerusakan ini menambah derita bagi warga yang terdampak dan menambah tantangan bagi tim pencarian dan penyelamatan.
Pemerintah dan pihak terkait berkomitmen untuk memberikan bantuan secepatnya kepada warga yang terdampak, baik berupa bantuan medis maupun kebutuhan dasar lainnya.
Upaya Ke Depan
Kementerian Sosial juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana lainnya, serta mendukung upaya pemulihan pascabencana. “Kami akan terus bekerja sama dengan instansi lain untuk memastikan bantuan berjalan dengan lancar dan korban mendapatkan penanganan yang tepat,” tambah Masriani.
(JOHANSIRAIT)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL