Api yang berkobar di Gedung Musdalifah, Kelurahan Ngade, Kecamatan Ternate Selatan, itu sempat menimbulkan kepanikan sebelum empat unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Petugas berhasil mengendalikan api setelah melakukan pemadaman selama hampir satu jam.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa, namun sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan.
Kebakaran terjadi di salah satu fasilitas publik yang selama ini digunakan untuk akomodasi jemaah haji dan berbagai kegiatan keagamaan.
Peristiwa ini memunculkan kembali sorotan mengenai kelayakan sistem keamanan kebakaran di gedung-gedung layanan publik.
Warga sekitar menyebut kobaran api terlihat pertama kali dari bagian sisi bangunan.
"Asap tebal cepat sekali naik. Untung pemadam cepat datang," kata salah satu warga.
Otoritas setempat masih menyelidiki sumber kebakaran.
Pemerintah Kota Ternate menyatakan evaluasi menyeluruh terhadap standar keamanan Asrama Haji akan dilakukan setelah penyelidikan polisi rampung.
Kepala Pemadam Kebakaran Ternate mengatakan fokus utama petugas adalah mencegah api menjalar ke bangunan lain di kompleks asrama.
"Begitu laporan masuk, empat unit kami gerakkan. Api bisa kami lokalisir sebelum merembet," ujarnya.
Peristiwa ini menambah daftar kebakaran fasilitas publik di wilayah timur yang dalam beberapa tahun terakhir kerap terjadi akibat instalasi listrik tua atau kurangnya sistem deteksi dini.
Pemerintah daerah diminta lebih ketat mengawasi standar keselamatan bangunan yang menampung masyarakat dalam jumlah besar.*