MEDAN — Polda Sumatera Utara mencatat 56 titik bencana alam tersebar di delapan kabupaten/kota akibat hujan deras yang melanda wilayah itu, Rabu (26/11/2025).
Bencana yang terjadi berupa tanah longsor, banjir, pohon tumbang, hingga angin puting beliung.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengatakan wilayah terdampak meliputi Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Nias, Nias Selatan, dan Pakpak Bharat.
Dari total bencana, tercatat 38 titik longsor, 24 banjir, dua pohon tumbang, dan satu angin puting beliung.
"Sejauh ini, total ada 29 korban terdampak, terdiri dari 12 meninggal dunia, 10 luka-luka, dan tujuh masih dalam pencarian. Selain itu, 2.543 kepala keluarga terdampak dan 445 warga mengungsi," jelas Ferry.
Bencana terbesar terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga.
Di Tapteng terdapat delapan titik longsor dan 10 titik banjir, menewaskan empat orang serta tiga lainnya masih tertimbun material longsor.
Sedangkan di Kota Sibolga, enam titik longsor menewaskan lima orang, tiga luka-luka, dan empat masih dalam pencarian.
Untuk menanggulangi dampak bencana, Polda Sumut menerjunkan ratusan personel dari Brimobda, Ditsamapta, Bid Dokkes, serta Bidang TIK lengkap dengan drone, mobil repeater, dan perangkat Starlink untuk memperkuat komunikasi di wilayah terisolir.
Operasi SAR juga dilakukan bersama BPBD, termasuk evakuasi korban, pengamanan lokasi rawan, serta pendirian posko tanggap darurat.
"Prioritas kami adalah keselamatan warga. Setiap laporan warga langsung ditindaklanjuti oleh tim di lapangan," ujar Ferry.