Polres Humbahas, dari 14 warga terdampak di Pakkat, enam berhasil diselamatkan dalam kondisi luka dan kelelahan, empat meninggal, dan empat lainnya masih hilang. (Foto: Tangkapan Layar @polreshumbahas / IG)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
HUMBANG HASUNDUTAN, SUMUT – Banjir bandang disertai longsor melanda tiga kecamatan di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, sejak Selasa (25/11/2025) sore.
Tiga wilayah terdampak adalah Kecamatan Pakkat, Parlilitan, dan Tarabintang yang berbatasan langsung dengan Tapanuli Tengah (Tapteng).
Di Pakkat, kondisi paling parah terjadi di Desa Panggugunan dan Desa Pulo Godang.
Air deras bercampur material longsor, termasuk bongkahan kayu, menerjang pemukiman warga. Dalam hitungan menit, rumah-rumah terseret lumpur, memicu kepanikan.
Berdasarkan laporan Polres Humbahas, dari 14 warga terdampak di Pakkat, enam berhasil diselamatkan dalam kondisi luka dan kelelahan, empat meninggal, dan empat lainnya masih hilang.
Korban selamat antara lain: Sonta Simanullang (72), Pery Sihotang (45), Grace Cia Cilina (9), Joharia Sihotang (12), Daniel Sihotang (25), dan Lapider Simanullang (70).
Keenamnya kini mendapatkan perawatan intensif di RSUD Doloksanggul.
Empat korban meninggal ditemukan di lokasi: Beres Sihotang (80), Merni Simamora (45), Tiurma Br. Simanullang (90), dan Juniati Silaban (47).
Jenazah telah diserahkan ke keluarga masing-masing.
Empat warga lainnya masih hilang: Tiada Simanullang (70), Ardo Sihotang (19), seorang anak perempuan berusia 9 tahun putri Nurcahaya Sihotang, dan Roy Simanullang (19).
Pencarian terpaksa dihentikan sementara karena cuaca buruk dan risiko longsor susulan.
Sementara itu, Kecamatan Tarabintang dan Parlilitan tidak menimbulkan korban jiwa, tetapi sejumlah rumah dan infrastruktur rusak.